SUMENEP, MaduraPost – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Terobosan terbaru rumah sakit milik pemerintah daerah ini adalah pelaksanaan prosedur medis tanpa sayatan pisau bedah.
Mengandalkan teknologi Radio Frequency Ablation (RFA), rumah sakit yang berlokasi di Jalan dr Cipto ini berhasil menggelar operasi tiroid jinak hanya dengan menggunakan tusukan seukuran jarum suntik.
Metode ini disebut sangat efektif karena prosedurnya cepat, minim risiko, tidak memerlukan rawat inap, dan pasien bisa langsung kembali ke rumah.
Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, mengungkapkan bahwa pelaksanaan operasi dengan metode RFA menjadikan rumah sakit ini sebagai pelopor di Madura dan yang kedua di Jawa Timur dalam menggunakan teknologi tersebut. Dengan begitu, masyarakat Sumenep tak perlu lagi mencari layanan serupa ke luar kota.
“Ini menjadi lompatan besar bagi pelayanan medis di rumah sakit daerah,” ujar dr. Erliyati, Selasa (5/8).
Selain menghadirkan teknologi operasi mutakhir, rumah sakit ini juga terus memperbarui sistem pelayanan. Kini, digitalisasi antrean, sistem pra-pendaftaran poliklinik, hingga pembayaran berbasis virtual account telah diimplementasikan.
Langkah ini bertujuan untuk menyederhanakan proses administrasi, mempercepat pelayanan, serta memudahkan pasien agar dapat lebih fokus pada proses pemulihan.
Penguatan layanan spesialis juga tak luput dari perhatian. Rumah sakit ini telah membuka Poli Nyeri pertama di Madura, serta menyediakan layanan kemoterapi dan patologi anatomi, menjawab kebutuhan layanan yang selama ini mengharuskan pasien dirujuk ke luar daerah.
Upaya memperkuat tim medis juga dilakukan dengan menambah jumlah dokter spesialis, agar masyarakat Sumenep bisa mendapatkan layanan lengkap tanpa harus bepergian jauh.
Fasilitas fisik rumah sakit pun terus dibenahi. Gedung Poliklinik Terpadu kini dilengkapi dengan lift dan pendingin ruangan, serta desain ruang tunggu yang disesuaikan dengan kearifan lokal. Suasana yang nyaman dan kekeluargaan menjadi perhatian utama, seiring dengan upaya modernisasi pelayanan.
“Kami ingin memastikan semua kebutuhan pasien bisa ditangani di sini, tanpa harus ke luar kota,” tegas dr. Erliyati.
Sebagai bentuk perhatian pada masyarakat kecil, RSUDMA Sumenep juga menyediakan layanan La Sehat, yakni transportasi gratis bagi pasien yang mengalami kendala saat pulang dari rumah sakit.
Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian rumah sakit terhadap kelompok masyarakat rentan dan kurang mampu.
“Transformasi ini kami jalankan dengan arah yang jelas. Kami tidak ingin hanya sekadar mengikuti tren, tapi benar-benar hadir sebagai penyedia layanan kesehatan yang prima bagi masyarakat,” tandas dr. Erliyati.***






