Scroll untuk baca artikel
Ekonomi dan Bisnis

Petani Muda Kasengan Tunjukkan Gebrakan Pertanian Premium, DKPP Sumenep Dukung Penuh

Avatar
78
×

Petani Muda Kasengan Tunjukkan Gebrakan Pertanian Premium, DKPP Sumenep Dukung Penuh

Sebarkan artikel ini
MENINJAU. Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, meninjau budidaya sayuran premium di greenhouse milik petani milenial Desa Kasengan, Kecamatan Manding. (Istimewa for MaduraPost)
MENINJAU. Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, meninjau budidaya sayuran premium di greenhouse milik petani milenial Desa Kasengan, Kecamatan Manding. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid, melakukan kunjungan lapangan ke Desa Kasengan, Kecamatan Manding, pada Kamis, 17 Juli 2025 lalu.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau secara langsung terobosan pertanian yang tengah digiatkan oleh kalangan petani muda di daerah tersebut.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Di lokasi, Chainur mendatangi sebuah greenhouse berukuran 10 x 25 meter yang dibangun atas inisiatif swadaya oleh para petani milenial.

Fasilitas tersebut kini telah difungsikan sebagai tempat budidaya sejumlah komoditas sayuran berkualitas tinggi.

Chainur memberikan apresiasi terhadap keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan sektor pertanian lokal.

Ia menilai kehadiran petani dari kalangan milenial memberikan angin segar dalam memperkuat ketahanan pangan serta memodernisasi sistem pertanian di Kabupaten Sumenep, khususnya wilayah timur Pulau Madura, Jawa Timur.

Baca Juga :  DPC PWRI Sumenep Kecam Media Online yang Cemarkan Nama Baik Wartawan, Ternyata Gara-gara Ini!

“Petani muda di sini telah memanfaatkan greenhouse seluas 10 x 25 meter untuk membudidayakan sayuran premium. Mereka bahkan telah menjalin kerja sama dengan salah satu supplier terbesar di Sumenep,” ujar Chainur, Senin (28/7).

Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda membawa harapan besar dalam menciptakan pertanian yang lebih berdaya saing, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Perubahan ini menunjukkan bahwa dunia pertanian bukan lagi domain kelompok usia tua semata.

“Dengan hadirnya petani milenial, sektor pertanian bergerak ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dalam pengembangan pertanian berbasis greenhouse tersebut, para petani muda mendapatkan dukungan intensif dari penyuluh pertanian Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Manding.

Baca Juga :  Desa Rekkerrek Palengaan Kembali Mencairkan BLT-DD 2022 Tiga Tahap Sekaligus

Kolaborasi ini dipandang menjadi elemen penting dalam mempercepat kemajuan inovasi pertanian di daerah tersebut.

“Pendampingan yang dilakukan oleh penyuluh di Kecamatan Manding menjadi salah satu kunci suksesnya budidaya dan inovasi pertanian milenial. Harapan kami, sinergi ini akan semakin kuat dengan strategi-strategi pembangunan ke depan,” tambahnya.

Adapun sayuran-sayuran yang dihasilkan dari greenhouse petani milenial Desa Kasengan dirancang untuk menyasar pasar modern.

Produk ini ditujukan ke segmen menengah ke atas, yang dikenal lebih selektif terhadap kualitas dan keamanan pangan.

Langkah ini sejalan dengan upaya DKPP Sumenep untuk meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui pemasaran yang lebih kompetitif. Dengan menyasar pasar modern, harga jual hasil panen menjadi lebih tinggi dan stabil.

Baca Juga :  Bakal Libatkan Masyarakat, Kontraktor Janjikan Eksplorasi Migas di Pamekasan Ramah Lingkungan

Chainur juga menekankan bahwa pengembangan pertanian milenial bukan hanya soal inovasi di lahan, namun juga menyentuh aspek strategis seperti pemberdayaan ekonomi, penguatan daya saing, dan pembangunan jaringan kemitraan.

Ia berharap, gerakan petani muda yang mulai tumbuh di berbagai desa terus mendapatkan dukungan, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga pengelolaan usaha tani, pemasaran, hingga akses ke jejaring bisnis yang lebih luas.

“Kalau kolaborasi seperti ini terus diperluas dan diperkuat, saya optimis Sumenep bisa menjadi pusat produksi sayuran premium, bukan hanya di Madura, tapi juga di Jawa Timur,” pungkasnya.***