Scroll untuk baca artikel
Berita

SMKN 1 Sumenep Edukasi Siswa tentang Bijak Bermedia Sosial

×

SMKN 1 Sumenep Edukasi Siswa tentang Bijak Bermedia Sosial

Sebarkan artikel ini
ACARA. Potret pelaksanaan talk show literasi digital di SMKN 1 Sumenep berlangsung khidmat. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – SMKN 1 Sumenep mengadakan talk show literasi digital di teaching factory sekolah sebagai upaya mencegah penyebaran konten negatif di media sosial. Kamis, 7 November 2024.

Acara bertajuk “Bijak Menggunakan Media Sosial” ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa terkait bahaya dan risiko konten yang dapat melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Talk show tersebut melibatkan berbagai elemen sekolah, termasuk Majelis Perwakilan Kelas (MPK), Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), wali kelas, serta guru bimbingan dan konseling (BK).

Baca Juga :  Rapat Nasional MaduraPost di Probolinggo: Konsolidasi Jurnalisme dan Penguatan Bisnis

Narasumber yang hadir berasal dari kalangan jurnalis dan Polres Sumenep, guna memberikan pandangan komprehensif tentang penggunaan media sosial yang bijak.

“Kami mengadakan talk show hari ini untuk memberikan pemahaman kepada siswa kami mengenai penggunaan media sosial secara bijak,” ungkap H. Zainul Sahari, Kepala SMKN 1 Sumenep, Kamis (7/8).

Ia menjelaskan, bahwa kehadiran para guru dalam acara ini diharapkan dapat memperkuat pesan literasi digital di lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Stok Pupuk Bersubsi di Sumenep Aman Sepanjang 2025, Bupati Fauzi Sebut Begini

Menurut Zainul, guru yang berperan sebagai wali kelas dan guru BK diharapkan bisa menindaklanjuti hasil kegiatan ini.

“Saya berharap para wali kelas dan guru BK dapat mengingatkan kembali siswa tentang pentingnya bijak dalam bermedia sosial sebelum memulai pelajaran. Begitu pula dengan pengurus OSIS dan MPK, saya harap mereka menyampaikan hal ini kepada rekan-rekannya,” tambahnya.

Ia juga menegaskan pentingnya penyaringan informasi di era digital seperti saat ini.

“Kalian harus pandai memfilter diri supaya terhindar dari konten yang bisa melanggar UU ITE. Kalian pasti sudah tahu dampaknya jika membuat konten negatif yang viral,” jelas Zainul.

Baca Juga :  Selang Satu Tahun Pembunuhan Ibnu Hajar, Polres Sumenep Tangkap Dua Tersangka dan Satu Masih Buron

Salah satu peserta, Ana, siswa kelas X jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), mengaku sangat senang dengan kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat menarik, saya bisa lebih memahami batasan-batasan dalam membuat konten di media sosial dan dampak hukumnya. Meski masih kelas X, saya merasa sangat terbantu dengan informasi ini,” pungkasnya.***