PAMEKASAN, MaduraPost – Wacana Reaktivasi rel kereta api Madura muncul pada saat Menteri keuangan Sri Mulyani melakukan kunjungan Kerja dan dialog bertema “APBN Hadir Membangun Pelosok Nusantara” di Pendopo Museum Keraton Sumenep, Kamis (02/02/2023).
Hal tersebut disampaikan Bupati Sumenep saat memberikan sambutan dihadapan Menteri Keuangan yang saat itu juga hadir Menkopolhukam Mahfud MD, Ketua Banggar DPR RI, MH Said Abdullah.
Setelah acara tersebut, Wacana reaktivasi Rel Kereta Api Madura menjadi trending untuk diperbincangkan masyarakat madura, mulai dari kalangan Mahasiswa, Aktivis hingga Politisi.
Pada saat itu juga, muncul Benner Bupati Sumenep, Ach Fauzi bersama Said Abdullah yang terpasang di setiap ruas jalan Nasional di empat Kabupaten di Madura.
Menurut sejumlah aktivis, Wacana reaktivasi rel kereta api Madura bukan sesuatu yang urgen untuk kemajuan Pulau Madura. Apalagi Reaktivasi rel kereta api Madura akan menguras Triliunan APBN.
Begitu juga yang disampaikan Khairul Kalam selaku politisi Partai Gerindra Kabupaten Pamekasan. Bahkan menurut Khairul, Reaktivasi rel kereta api Madura adalah cara Bupati Sumenep untuk mencari panggung dalam menghadapi Pemilihan Gubernur Jawa Timur pada 2024 mendatang.
“Saya kira wacana itu sebagai sarana Bupati Sumenep untuk mencari panggung dalam momentum Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur jawa timur pada pilkada 2024,” Kata Khairul. Jum’at (19/02/2023).
Karena menurut Khairul, Reaktivasi rel kereta api Madura yang menjadi opini Bupati Sumenep sangat tidak relevan dengan kebutuhan mendesak dalam membangun Madura.
“Jangan dulu berbicara rel kereta api madura yang akan menguras APBN kita, Tapi Perbaiki dulu Jalan Nasional Madura yang saat ini sangat tidak layak,” Tambah Khairul.
“Madura masih belum butuh Rel Kereta Api, Tapi Madura lebih butuh Jalan Nasional diperbaiki atau pembangunan Tol Madura,” Imbuhnya.
Lebih lanjut Khairul Mengatakan bahwa Bupati Sumenep dianggap tidak tahu kondisi jalan Nasional di Madura, mulai dari Pamekasan, Sampang hingga Bangkalan.
“Kalau Bupati Sumenep ke Surabaya atau keluar kota diluar Madura, Dia kan tidak lewat jalan nasional Madura, Tapi naik pesawat dari Kalianget. Makanya beliau tidak tahu kondisi sebenarnya jalan Nasional di Madura,” Tutup Khairul.






