712 Warga Binaan Lapas Kelas II A Pamekasan Dapat Remisi Idul Fitri 1442 Hijriyah

  • Bagikan
M.Hanafi, Kalapas Kelas II A Pamekasan saat menyerahkan SK Remisi kepada Salah Satu Penghuni Lapas

PAMEKASAN, MaduraPost – Sebanyak 712 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II A Pamekasan Mendapatkan Remisi di Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah. Surat Keputusan (SK) di Berikan Langsung Oleh, M.Hanafi selaku Kepala Lembaga Pemasyatakan (Kalapas) Pamekasan, Pada Hari Kamis (13/05/2021)

Perayaan Hari Raya Idul Fitri menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi penghuni lapas kelas II A Pamekasan, Pasalnya usai melaksanakan Sholat Idul fitri 1442 Hijriyah, Khusus bagi yang beragama Islam menerima SK Remisi yang di berikan oleh, M.Hanafi Kalapas Kelas IIA Pamekasan

BACA JUGA :  Polsek Kalianget Diduga Tidak Serius Tangani Kasus Penipuan dan Penggelapan

Penyerahan SK Remisi tersebut di berikan secara simbolis di Halaman Lambaga pemasyarkatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan dan di saksikan oleh sejumlah pegawai Lapas

Dalam kesempatan tersebut, M. Hanafi membacakan isi sambutan Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly, bahwa pemberian remisi khusus hari raya Idul Fitri diharapkan dapat memotivasi saudara untuk mencapai penyadaran diri yang tercemin dari sikap dan perilaku sehari-hari dan meningkatkan optimisme dalam menjalani pidana hilang kemerdekaan yang sedang saudara jalani.

BACA JUGA :  Proyek Pokmas di Desa Bicorong Pamekasan Diduga Tumpang Tindih

“Saya mengharap pemberian remisi ini memotivasi WBP mencapai penyandaran diri yang mencerminkan sikap dan perilaku sehari – hari saat menjalani masa pidana,” isi sambutan yang dibacakan M.Hanafi dari
Mentri Hukum dan HAM RI, Yasonna H.Laoly.

Selanjutnya, Kepala lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) M.Hanafi mengatakan bahwa sebanyak 712 Orang yang mendapatkan remisi tersebut bervariatif sesuai dengan Surat Keputusan (SK ) dari Kemenkumham.

“Ada yang 15 hari berjumlah 116. 1 bulan jumlahnya 514. Sedangkan 1 bulan 15 hari ada sebanyak 71 orang, dan 2 bulan sebanyak 11 orang WBP. Total semuanya 712 orang,” katanya kepada sejumlah media.

BACA JUGA :  Gelar Baru Untuk Bupati Mas Tamam, "Si Raja Tega" yang Tuli dan Buta Hati

M.Hanafi juga mengingatkan para petugas Lapas agar tetap melaksanakan seluruh kegiatan sesuai dengan SOP dan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 dan berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang ingin berkunjung.

“Keberadaan WBP di Lapas jangan dinilai sebagai suatu derita, melainkan harus disikapi sebagai suatu sarana intropeksi diri dan belajar. Itu untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan untuk menjadi insan Tuhan yang lebih baik ke depannya,” Jelas Hanafi.

  • Bagikan