Scroll untuk baca artikel
Agama

50 Ribu Jamaah Hadiri Haul ke-90 RKH Abdul Hamid bin Itsbat Banyuanyar, Dari Politisi Hingga Petani

48
×

50 Ribu Jamaah Hadiri Haul ke-90 RKH Abdul Hamid bin Itsbat Banyuanyar, Dari Politisi Hingga Petani

Sebarkan artikel ini
Para Masyaikh dalam acara Haul ke-90 RKH Abdul Hamid bin Istbat Banyuanyar.

PAMEKASAN, MaduraPost – Haul RKH Abdul Hamid bin Istbat yang digelar setiap tanggal 18 Ramadhan di Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan setiap tahun dibanjiri oleh kaum muslim dari seluruh pelosok negeri.

Tidak hanya dari kalangan santri atau alumni dan simpatisan, Haul RKH Abdul Hamid bin Istbat juga dihadiri oleh para pejabat tinggi dan juga politisi.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Dari pantauan Madurapost, Haul RKH Abdul Hamid bin Istbat yang digelar 18 Ramadhan 1444 Hijriyah kali ini dihadiri oleh tidak kurang 50 ribu jamaah.

Baca Juga :  Ade Armando : Dalam Al-Qur’an Tidak Ada Perintah Sholat Lima Waktu

Diantara pejabat yang hadir adalah Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi, Bupati Penajam Paser Utara Hamdam.

Selain itu, masih banyak politisi yang juga hadir dalam acara tersebut, Diantaranya Slamet Ariyadi Anggota DPR RI Fraksi PAN dan Mohammad Ali Ridho, Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Achmad Baidhowi Anggota DPR RI sekaligus wakil ketua DPP PPP.

Baca Juga :  Ahli Maksiat yang Mendapat Balasan Surga

Dalam sambutannya, Perwakilan Keluarga Besar LPI Al-Hamidy Ponpes Banyuanyar Lora Itsbat bin Abdul Qadir menyampaikan, haul ini bertujuan untuk mengambil pelajaran dari kehidupan para pendahulu.

Ketaatan dan ketawadhu’an RKH Abdul Hamid bin Istbat menjadi motivasi dan pelajaran bagi ummat islam dalam menjalankan kehidupan sehari hari.

Lora Itsbat juga menuturkan bahwa RKH. Abdul Hamid bin Itsbat meninggalkan kebaikan yang akan terkenang sepanjang masa berupa Kitab Tarjuman sebagai pegangan bagi keluarga dan santrinya.

Baca Juga :  BPRS Bhakti Sumekar Dukung Bazar SMPIT Al-Hidayah, Cetak Generasi Wirausaha

“Dalam kitab tersebut dijelaskan bagaimana etika kita mulai bagun tidur hingga kita tidur lagi, dan hal itu yang menjadi landasan keluarga besar pondok Pesantren Banyuanyar dan para santri,” Tutur Lora Istbat.