UPTD Puskesmas Banyuanyar Sampang Lakukan Kegiatan Evaluasi dan Sosialisasi Kesehatan

  • Bagikan

SAMPANG, MaduraPost – UPTD Puskesmas Banyuanyar melakukan kegitan Evaluasi dan sosialisasi kesehatan sekolah diwilayah kerja Puskesmas Banyuanyar yang di ikuti 135 Kepala Sekolah dari tingkat Paut, SD, MI, SMP dan SMA, bertepatan, di gedung PKPRI Jalan Rajawali Kabupaten Sampang, Kamis (30/1/2020).

Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Sampang diwakili Kasie KGM,  Camat Sampang  diwakiki oleh Sekcam, Kepala Kemenag Kecamatan Sampang diwakili oleh Kasie Penma, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur, diwakili oleh Helmi.

Vivin Yulianita, Kordinator kegiatan mengatakan, kesehatan sekolah sudah berkangsung mulai tahun 2017 untuk tahun ini sudah menginjak tahun ke empat dan setiap tahun selalu di evaluasi untuk mengetahui hasil kegiatan apa sudah memenuhi harapan yang ditargetkan dari Puskesmas.

“Salah satu kegiatan yang disosialisasikan adalah promosi kesehatan salah satunnya adalah fokus group diskusi (FGD) yang membahas permasalahan remaja yang berisiko, seperti remaja yang merokok, suka tawuran,sex pranikah. Kita kumpulkan untuk berdikusi untuk mencari solusi permasalahan tersebut,” kata Vivin.

BACA JUGA :  Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 di Dinkes Sumenep Capai 320 Juta Lebih

Sedangkan kegiatan yang kedua adalah program kesehatan lingkungan, jadi kesehatan lingkungan itu kegiatan-kegiatan di sekolah biasanya kita ada pemeriksaan  indeks kesehatan lingkungan sekolah,  mereka layak atau tidak dicek pencahayaannya, kelembabannya angka kuman, ada jentik apa tidak itu masuk di kesehatan lingkungan.

“Misalnya ada beberapa sekolah yang tidak memenuhi syarat yaitu kita sampaikan dan kemudian jajanan sekolah juga diperiksa .Tadi sudah disampaikan bahwa kita sudah punya alat untuk memeriksa jajanan itu mengandung boraks ,bahan pengawet dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Ketiga ada program imunisasi ke sekolah-sekolah, bahkan ada sekolah yang menolak imunasi, penolakan bukan dari orang tuanya akan tetapi yang  menolak malah dari sekolah yang tidak mau dimasuki oleh petugas kesehatan.

BACA JUGA :  Dua Puluh Delapan Pelanggar Lalu Lintas Terkena Razia Gabungan di Sampang

“Disinilah kami kami hadir untuk sharing diskusi kenapa kok tidak mau di imunisasi. Untuk itu kami berkoordinasi dengan  Camat , Dinas Kesehatan untuk mendorong sekolah-sekolah yang menolak untuk dilakukan imunisasi agar mau di imunisasi,” imbuhnya.

Keempat ada program gizi  untuk remaja putri yang menderita anemia kita lakukan pemberian tablet tambah darah untuk tingkat SMP SMA kemudian di situ juga ada monitoring garam beryodium di sekolah-sekolah, karena garam yang mengandung yodium jauh lebih bagus, karena garam yodium ini juga penting untuk mencegah stanting.

“Untuk program yang ke lima ada program penyakit tidak menular ( PTM) dan ada beberapa sekolah yang kita periksa gurunya dicek semuanya kemudian juga ada kawasan tanpa rokok ( KTR) di lingkungan sekolah, komitmen mereka tidak boleh ada yang merokok sama sekali di sekolah dan kita tawarkan kalau memang mereka berkomitmen tanda tangan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kasus Corona di Sumenep Meningkat Drastis, Hari Ini Bertambah 8 Kasus

Kemudian ada program kerja kesehatan olahraga dan olahraga kami lakukan sosialisasi ke guru-guru untuk melakukan tes kebugaran pada siswa yaitu melatih dulu guru-gurunya kemudian akan di tes guru-gurunya bugar atau tidak.

“Dan yang terakhir ada program anak remaja,  anak remaja ini kami ada beberapa kegiatan yang pertama ada pemeriksaan kesehatan touchscreen siswa kelas satu atau murid baru kelas satu sampai kelas sembilan.

Pemeriksaan rutin tiap tahun kemudian nanti siswa akan diketahui tingginya berat badannya dan  dari pemeriksaan rutin tersebut kemudian ada juga pembinaan percontohan sekolah,” pungkasnya. (mp/man/rus)

  • Bagikan