Ulama Madura Kirim Surat ke Jokowi, Begini Tanggapan Anggota DPR RI Slamet Ariyadi

Avatar
Slamet Ariyadi, S.Ps.i (Anggota DPR RI Fraksi PAN Dapil Jatim XI Madura) dan surat yang dikirim Ulama dan Habaib di Madura yang dikirim ke Presiden Jokowi (Foto: Madurapost)

SAMPANG, MaduraPost – Rencana pemerintah untuk mencabut subsidi BBM dan Listrik mendapat penolakan keras dari para ulama dan Habaib dari Madura.

Hal tersebut dibuktikan dengan surat yang dikirim oleh para Ulama di Madura kepada Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo. Pada tanggal 25 Agustus 2022.

Terdapat kurang lebih 58 Ulama dan Habaib dari empat kabupaten di Madura yang tanda tangan menolak kenaikan harga BBM, Diantaranya adalah RKH Mohammad Rofi’ie Baidlowie Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar.

BACA JUGA :  Bawaslu Pamekasan Panggil Perekam Video Kapolsek Kota

Terdapat empat poin dalam surat tersebut yang menjadi alasan penolakan kenaikan harga BBM, Terutama kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil akibat pandemi Covid-19.

Para Ulama dan Habaib meminta Pemerintah dan DPR melakukan kajian ulang atas kebijakan mencabut subsidi BBM yang dianggap hanya akan menyengsarakan rakyat.

Menanggapi hal tersebut, Slamet Ariyadi selaku Anggota DPR RI Fraksi PAN dari Dapil XI Madura menyambut baik atas surat yang dikirim oleh Ulama dan Habaib di Madura.

BACA JUGA :  DPP-PPP Menginstruksikan Jabatan Ketua DPRD Kabupaten Pamekasan Diganti H. Halili

“Kami sangat setuju dengan Aspirasi yang disampaikan Para Ulama di Madura, Semoga Pemerintah mendengar aspirasi ini,” Kata Slamet. Rabu (31/08/22) Kemaren.

Pihaknya berjanji semua keluh kesah Ulama Madura terkait penghapusan subsidi BBM dan Tarif Listrik akan menjadi prioritas untuk diperjuangkan di Senayan.

“Insyaallah sesuai dengan tupoksi dan kemampuan kami di DPR RI, Tetap akan kami perjuangkan, Semoga doa dan harapan para ulama Madura diijabah Allah SWT, Karena semua demi kemaslahatan ummat,” Tutup Slamet.

BACA JUGA :  Dianggap Melanggar Netralitas ASN, Fattah Jasin Sebut Bawaslu Tidak Paham Aturan