Tokoh Muda Asal Sokobanah Sampang Dilarang Masuk ke Malaysia Seumur Hidup

Avatar

NASIONAL, MaduraPost – Seorang pria bernama K.Mahrus Ali (28), warga Sokobanah Kabupaten Sampang Madura dideportasi dari Malaysia setelah semalam di tahan imigrasi negeri jiran tersebut.

Mahrus pun tak akan lagi bisa berkunjung ke negeri tersebut seumur hidup karena di pasportnya sudah terdapat stempel bertuliskan NTL atau No Time Limit, yang menjadi acuan dilarangnya warga negara asing masuk ke negara lain selama seumur hidup.

Mahrus tidak menyangka kalau dirinya bakal di deportasi. Padahal sebelumnya dia sudah sering masuk ke beberapa negara untuk travelling atau jalan jalan.

“Saya memeng sering ke luar negeri termasuk ke malaysia, tapi saya tidak pernah menetap di negara tersebut (Over Stay) makanya saya bingung kenapa saya dilarang masuk kesana,” tutur pemuda berkopiah saat di dampingi sejumalah kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Acong Latif And Partners.

BACA JUGA :  Jokowi Resmi Tiadakan UN 2020 Sebagai Dampak Wabah Corona

Ia menyampaikan kronologi kejadian tersebut terjadi pada tanggal 18 Desember 2019. Ia tiba di bandara Kuala Lumpur Malaysia sekitar pukul 18:00. Sesaat setelah tiba di bandara, ia langsung di bawa ke kantor mereka.

“Mereka memeriksa paspor saya, lalu menginterogasi saya terkait tujuan saya ke Malaysia. Saya bilang mau jalan-jalan, ‎tapi saya tetap tidak diizinkan masuk. Saya juga sempat di suruh ke kantor imigrasi, dan meskipun petugas imigrasi disana bilang saya enggak ada masalah, saya tetap enggak bisa masuk,” keluhnya.

“Habis itu saya disuruh menunggu berjam-jam dan kemudian salah seorang petugas menyatakan saya akan langsung di deportasi,” tambahnya.

BACA JUGA :  Kabaharkam Polri Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Bagi Bilal Mayit

Setelah 1 malam ditahan di ruang tunggu Imigrasi bandara Malaysia, pada 17 Desember 2019 pukul 18.00 waktu Malaysia, ia bersama dua orang lainnya dideportasi ke Terminal 1 Bandara Surabaya dengan pengawalan ketat petugas Imigrasi Malaysia di Bandara Kuala Lumpur.

“Kami sungguh terlihat seperti penjahat besar yang mereka takut kami melarikan diri. Setelah sampai di ruang tunggu, barang- barang kami dibalikkan dan mereka pergi begitu saja tanpa menjelaskan apa-apa. Apa seperti ini yang selalu disebut Malaysia Truly Asia itu,” tukasnya.

Aconk Latif Penasehat Hukum K.Mahrus Ali

Sesampainya di Bandara Surabaya, Ia pun mendatangi kantor Imigrasi Pamekasan Madura untuk menanyakan perihal kenapa dirinya di deportasi dan paspor miliknya di cap NTL.

BACA JUGA :  Kabaharkam Polri Kunjungi Perusahaan Perlengkapan Pertahanan Dalam Negeri

“Pihak Imigrasi bilang semua aman dan tidak overstay. Mereka juga bingung kenapa kenapa paspor saya cap NTL (tidak dibenarkan lagi masuk ke Malaysia). Pihak imigrasi juga sempat marah kenapa pihak Imigrasi Malaysia berbuat seperti itu,” katanya.

Bahkan pihaknya akan menindak lanjuti kejadian ini ke kedutaan Malaysia yang ada di Jakarta sehingga pihak Malaysia bisa memperbaiki managemen administrasi imigrasi Malaysia.

Ia berharap, pihak imigrasi Indonesia dan kedutaan Indonesia di Malaysia memberikan perlindungan warga negara Indonesia yang berkunjung ke Malaysia. “Mudah-mudahan tidak ada korban lain,” terangnya.

“Dan saya merasa sangat di rugikan atas tindakan tersebut baik tiket pulang pergi,waktu dan bahkan di ruang tunggu tidak di fasilitasi tempat tempat ibadah,” pungkasnya. (mp/ron/Rul)