SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hukum & Kriminal

Tersangka Kasus Pungli Pasar Lenteng Sumenep Diancam Pidana 20 Tahun Penjara

Avatar
×

Tersangka Kasus Pungli Pasar Lenteng Sumenep Diancam Pidana 20 Tahun Penjara

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Madurapost.id – Setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Reserse Mobil Kepolisian Resort (Resmob Polres) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Harian lepas (PHL) yang lakukan Pungutan Liar (Pungli) di pasar tradisional Kecamatan Lenteng dijerat dengan undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Hal itu disampaikan Kepala Polres (Kapolres) Sumenep AKBP. Darman, saat melakukan jumpa pers dengan sejumalah awak media di Mapolres setempat.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  3 Warga Dasuk, 1 Warga Kolor Sumenep Harus Ditangkap Polisi Saat Ketahuan Jual Narkoba

Dia menjelaskan bahwa, hasil penyidikan terbukti melanggar Pasal 12 (E) Undang-undang nomor 20 tahun 2020 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman kurungan penjara maksimal 20 tahun.

“Dengan sanksi minimal 200 juta dan maksimal 1 miliar,” terangnya, Rabu (1/7).

Diketahui, para tersangka ASN berinisial MS, sementara kedua PHL berinisial C dan SB. Saat ini ketiganya ditahan di Mapolres Sumenep.

Baca Juga :  PAW Anggota DPRD Sumenep Fraksi PAN Periode 2019-2024 Resmi Dilantik, Bupati Sampaikan Hal Ini

“Penetapan tersangka dilakukan setelah tim penyidik melakukan penyelidikan dan penyidikan, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap 10 saksi,” jelas dia.

Sedangkan, jumlah pedagang yang telah dipungut saat proses OTT sebanyak 18 pedagang. Sebagian pedagang membayar pungutan dengan cara menyicil. Hasil pungutan oleh dua PHL tersebut disetorkan kepada MS, kemudian oleh MS diperuntukkan untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga :  Masyarakat Pantura Demo RSUD Waru Karena Dianggap Tidak Serius Menangani Pasien Covid-19

“Barang bukti yang diamankan uang seber Rp. 17.300.000. Itu sesuai dengan jumlah pedagang yang dipungut,” tukasnya. (Mp/al/kk)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.