Target Dana Investasi Di Kabupaten Sampang Meningkat Rp 499 Miliar

  • Bagikan
Ilustrasi
Ilustrasi

 

SAMPANG, MaduraPost – Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sampang, melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), menargetkan dana investasi tahun anggaran 2020 sebesar Rp 499 miliar. Target tersebut meningkat dari tahun 2019 dengan nominal Rp 438 miliar,

Kabid Pengendalian, Pelaksana Informasi dan Penanaman modal DPMPTSP Sampang, Abdul Adim, mengatakan, besaran dana investasi yang ditargetkan relatif rendah untuk sekala kabupaten/kota. Namun, pihaknya menyebut target itu sesuai dengan potensi daerah.

“ Kami realistis, tidak memasang target banyak, sebab investor belum tahu potensi daerah yang menarik sebagai dasar menanamkan modal investasinya,” katanya Jumat (24/1/2020).

BACA JUGA :  Oknum Polisi Diduga Lakukan Hubungan Sesama Jenis Heboh di Sosmed

Diterangkan, sedikitnya ada 13 sektor jenis usaha di Kota Bahari yang bisa menarik investor. Antara lain, perdagangan, pertanian, pertambangan, perumahan, kontruksi, kuliner, dan wisata.

“70 persen dana investasi yang masuk itu di bidang perdagangan. Kalau untuk wisata belum tergarap,” terangnya.

untuk menjaring investor, Lanjut Adim, pihaknya sudah melakukan berbagai terobosan dengan mempermudah akses maupun iklim investasi yang sehat. Upaya-upaya lain yang juga telah dilakukan semisal dengan memperbanyak sosialisasi, promosi, pemberian insentif, bahkan keringanan pajak bagi investor.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS: Santri di Sumenep Terseret Banjir

Tak hanya itu, Adim mengungkapkan pihaknya akan memanfaatkan dengan baik Peraturan Bupati tentang Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) 72/2017, tentang Keamanan dan Kenyamanan para Investor, dengan rangsangan pemberian insentif maupun kemudahan proses perizinan agar investor lebih tertarik untuk menanamkan modal.

Melalui terobosan tersebut, diharapkan akan menjadi daya tarik dan investasi di Sampang bisa lebih meningkat. “Kami optimis target investasi tahun ini bisa tercapai. Apalagi bapak Bupati H. Slamet Junaidi sangat konsen dalam hal peningkatan investasi, khususnya di sektor pariwisata,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sejumlah Guru GTT di Pamekasan Belum Terima BLT Covid-19 

Untuk bisa mencapai target investasi tersebut, lanjut Adim, perlu dukungan dan kerja sama lintas sektor untuk mempromosikan pontensi daerah yang bisa dikelola dan dikembangkan.

“Potensi apa saja yang bisa ditawarkan dan dijual kepada investor itu yang paham dinas terkait. Kalau kami hanya sebatas melayani hal yang sifatnya administratif yang menampung para investor,” pungkasnya. (mp/zen/din)

  • Bagikan