Scroll untuk baca artikel
Daerah

Sumenep Tunjukkan Kemajuan Pembangunan, Bappeda: Indikator Sosial-Ekonomi Menguat

Avatar
85
×

Sumenep Tunjukkan Kemajuan Pembangunan, Bappeda: Indikator Sosial-Ekonomi Menguat

Sebarkan artikel ini
PAMFLET. Paparan capaian pembangunan Kabupaten Sumenep, menyoroti kemajuan di berbagai sektor strategis sepanjang tahun 2024. (istimewa for MaduraPost)
PAMFLET. Paparan capaian pembangunan Kabupaten Sumenep, menyoroti kemajuan di berbagai sektor strategis sepanjang tahun 2024. (istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, berhasil menunjukkan kemajuan signifikan dalam berbagai sektor pembangunan sepanjang tahun 2024.

Data terbaru yang dipaparkan dalam Rakor Tahunan menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, hingga peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.

Ia menyoroti pentingnya keberlanjutan program strategis menuju visi besar pembangunan berkelanjutan 2025–2029.

“Kami mencatat pertumbuhan ekonomi stabil di angka 3,77 persen, dengan penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa kebijakan kita sudah berada di jalur yang benar,” ujar Arif Firmanto, Kamis (5/6).

IPM Sumenep tahun 2024 tercatat sebesar 69,78, meningkat dari tahun sebelumnya. Sumenep juga berhasil menurunkan angka pengangguran terbuka menjadi 1,69%, menjadikannya yang terbaik ketiga di Jawa Timur.

Baca Juga :  PT Garam Tegaskan Komitmen untuk Kesejahteraan Masyarakat dan Pelestarian Aset Sejarah

Dalam hal pengentasan kemiskinan, Angka Kemiskinan Kabupaten Sumenep terus menurun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sumenep pada 2024 menurun menjadi 17,78%, setara dengan 196.420 jiwa. Penurunan angka kemiskinan ini menjadi yang terbaik di Jawa Timur dalam rentang waktu Tahun 2020 sampai dengan Tahun 2024.

Menurut Arif, hal ini merupakan bukti konkret bahwa intervensi kebijakan pengentasan kemiskinan berjalan efektif.

“Kita tidak hanya fokus pada bantuan sosial, tapi juga penguatan UMKM, peningkatan akses layanan dasar, dan pembangunan infrastruktur. Itu semua berdampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan,” jelas Arif.

Angka Prevalensi Stunting di Kabupaten Sumenep juga terus menurun hingga mencapai 11,2 % pada Tahun 2024, turun drastis dari tahun sebelumnya yang mencapai 16,7%.

Baca Juga :  20 Rapid Test di Dinkes Sumenep Belum Digunakan

Arif menyampaikan, bahwa capaian ini adalah hasil dari kolaborasi lintas sektor dan penurunan angka stunting di Kabupaten Sumenep memang menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Daerah dan pada Tahun 2024 Kabupaten Sumenep menerima penghargaan dari BKKBN karena Kabupaten Sumenep dinilai sukses mengoptimalkan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.

“Stunting adalah indikator penting bagi kualitas generasi masa depan. Fokus kami tidak hanya pada gizi, tetapi juga pada edukasi keluarga dan layanan kesehatan terpadu,” tegas Arif.

Capaian Sumenep bahkan lebih baik dibandingkan rata-rata nasional dan Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :  Asmad Dibacok Tamim yang Sedang Bicara Bersama Istrinya Diruang Tamu

Indeks Kesalehan Sosial dan Infrastruktur Meningkat, Pembangunan Desa Sumenep Semakin Merata

Di sisi lain, stabilitas sosial dan pembangunan desa di Kabupaten Sumenep menunjukkan progres menggembirakan. Tahun 2024, Indeks Kesalehan Sosial naik menjadi 85,91, dan Indeks Desa Membangun (IDM) mencapai 0,7593 dengan status “Maju”, tanpa desa tertinggal.

Arif Firmanto menyatakan, bahwa pembangunan yang inklusif dan partisipatif menjadi kunci utama kemajuan ini.

“Kita bangun Sumenep tidak hanya dari pusat kota, tapi hingga pelosok kepulauan. Kami pastikan tidak ada desa yang tertinggal, baik dalam hal layanan, infrastruktur, maupun sosial,” pungkasnya.

Indeks Infrastruktur juga mengalami peningkatan menjadi 75,00, memperkuat konektivitas wilayah daratan dan kepulauan, termasuk pembangunan jalan sepanjang 28,3 km pada 2024 dan rencana 57,4 km di 2025.***