Scroll untuk baca artikel
Berita

Sumenep Jadi Pelopor, Dinas Pendidikan Gelar Bimbingan Teknis Sekolah Responsif Gender

Avatar
66
×

Sumenep Jadi Pelopor, Dinas Pendidikan Gelar Bimbingan Teknis Sekolah Responsif Gender

Sebarkan artikel ini
ACARA. Potret ratusan kepala sekolah di bawah lingkungan Disdik Sumenep saat mengikuti Bimbingan Teknis Sekolah Responsif Gender. (M.Hendra.E/MaduraPost)
ACARA. Potret ratusan kepala sekolah di bawah lingkungan Disdik Sumenep saat mengikuti Bimbingan Teknis Sekolah Responsif Gender. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Bimbingan Teknis Sekolah Responsif Gender dengan tema “Sekolah Aman dan Supportif Bagi Anak”.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Hotel Asmi Lantai III yang berlokasi di Jalan Kapten Tesna, Lingkungan Delama, Pajagalan, Kecamat Kota Sumenep, Rabu (28/8) siang.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Acara Disdik Sumenep ini berkolaborasi dengan Tim Inovasi Provinsi Jawa Timur dan Kemendikbudristek sebagai pemateri kegiatan tersebut.

Sedikitnya, ada 142 kepala sekolah di bawah lingkungan Disdik Sumenep yang mengikuti bimbingan teknis ini selama 3 hari sejak tanggal 28 hingga 30 Agustus 2024.

Kepala Disdik Sumenep, Agus Dwi Saputra mengatakan, bahwa kegiatan tersebut bertujuan dalam rangka mengurangi adanya bullying terhadap anak di sekolah.

Baca Juga :  Detik-detik Peringatan Hari Pahlawan, Peran Bung Tomo Dibalik Pertempuran 10 Nopember 1945

Makanya dengan metode ini kita menginisiasi agar tidak ada bullying terhadap anak di sekolah,” kata Agus saat diwawancara media, Rabu (28/8).

Agus mengaku, bimbingan teknis tersebut sebenarnya adalah tindak lanjut dari program Sekolah Ramah Anak yang digagas belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdik Sumenep, Akhmad Fairusi menambahkan, bahwa kegiatan tersebut digelar demi menekan adanya kekerasan seksual dan keseteraan gender kepada anak di sekolah.

“Kegiatan Bimbingan Teknis Sekolah Responsif Gender ini dipelopori oleh Kabupaten Sumenep,” jelas Fairusi.

Ke depan, Disdik Sumenep akan mengutus tim khusus ke sejumlah sekolah untuk memonitoring sejauh mana progres dari program tersebut berjalan.

“Makanya setelah kegiatan ini ada pengimbasan. Jadi kepala sekolah yang hadir pada saat ini harus mengetuk tularkan kepada anak didiknya agar mendapatkan pengetahuan tentang responsif gender, termasuk kepulauan,” tuturnya.

Baca Juga :  Deklarasi Gus Muhaimin Maju Jadi Capres 2024, Ustadz dan Ustadzah Kampung Kabupaten Sumenep Percayakan Akan Hal Ini

Di tempat yang sama, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, diwakili Asisten Administrasi Umum Setdakab Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Disdik Sumenep yang telah menyiapkan kegiatan tersebut dengan baik.

“Semoga kegiatan ini akan berjalan dengan lancar dan sukses,” kata Ferdiansyah saat membacakan sambutan Bupati Fauzi.

Menurut Bupati Fauzi, kegiatan ini menjadi penting sebagai wujud komitmen bersama terkait dengan gerakan sekolah responsif gender serta dinamika dan perkembangannya di Kabupaten Sumenep.

Dia menjelaskan, jika sekolah responsif gender merupakan salah satu gerakan untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pendidikan dapat dilakukan secara inklusif.

Baca Juga :  Benarkah Partai Nasdem Sumenep Gelapkan Dana Banpol? Bendahara Kirim Surat Pernyataan ke Bakesbangpol

Di sisi lain, sebagai langkah dasar untuk melahirkan kesadaran pentingnya kesetaraan gender dan upaya memaksimalkan kesenjangan kesetaraan gender pada satuan pendidikan di Kabupaten Sumenep.

Gerakan ini, kata Bupati Fauzi lebih lanjut, diharapkan mampu menjadi laboratorium budaya yang mempunyai peran dalam menyiapkan insan Indonesia cerdas melalui pola-pola relasi sosial yang saling mendukung dan menguntungkan.

“Karena itu melalui sekolah responsif gender diharapkan perempuan dan laki-laki bisa belajar mengenal dan menemukan diri jati diri mereka, tanpa takut dihakimi karena jenis kelamin yang berbeda,” jelasnya.

“Diharapkan Bimtek ini dapat menambah wawasan bagi para kepala sekolah. Guru tantangannya lebih besar saat ini, di era ini sudah lebih canggih dibandingkan zaman dulu,” timpalnya lebih lanjut.***