SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Peristiwa

Silaturahmi Polres Sumenep ke Ponpes Assadad, Ini Pesan Kapolres

Avatar
×

Silaturahmi Polres Sumenep ke Ponpes Assadad, Ini Pesan Kapolres

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, MaduraPost – Sekitar pukul 09.00 WIB, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, silaturrahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Assadad di Dusun Pasar Baru, Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten.

Kunjugan tersebut dilakukan tak luput demi meningkatkan peran serta masyarakat dalam memutus mata rantai sebaran virus corona atau covid-19.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Kunjungan silahturahmi tersebut berlangsung di kediaman KH. Taifur Ali Wafa, selaku Pengasuh Ponpes Assadad,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP. Widiarti, dalam rilisnya, Selasa (26/5).

Baca Juga :  Kecelakaan Tunggal Tewaskan Satu Penumpang, Polisi Duga Sopir Kurang Konsentrasi

Sementara itu, Kapolres Sumenep, AKBP. Deddy Supriadi mengharapkan ada kerjasama antara kepolisian dengan tokoh ulama dalam menjaga dan menciptakan Pemeliharaan Keamanan dan Keteriban Masyarakat (Harkamtibmas) yang aman dan kondusif.

“Utamanya adanya wabah corona, yang mana di wilayah Kabupaten Sumenep sudah menjadi zona merah, dan yang terkonfirm covid-19 sudah berjumlah 7 orang, dan jangan sampai bertambah,” tuturnya.

Baca Juga :  Polres Sumenep Bantah Insiden Relawan Gusdurian Dipukul Polisi

Sebab itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap bisa menjaga dan bekerjasama untuk menjalankan protokol kesehatan, demi mengantisipasi penyebaran covid-19.

“Selain itu pula, kita bersama ulama dan umaroh untuk antisipasi kelompok radikal yang hingga saat ini masih aktif, walaupun tidak langsung menyentuh di wilayah Sumenep,” ujarnya.

Selain itu, kata Deddy, menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, harus tetap menjaga Harkamtibmas agar Sumenep tetap aman kondusif.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Berikan Beragam Bantuan ke Pemkab Sumenep

Deddy juga memaparkan, munculnya kembali isu Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk tidak perlu digembar gemborkan. Sebab, belum tentu informasi atau berita tersebut benar adanya.

“Itu masih isu yang bisa menimbulkan keresahan di waktu menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak di masa wabah penyebaran covid-19. Sehingga, masyarakat dibikin resah dan dapat mengganggu kondusifitas Kamtibmas di wilayah Kabupaten Sumenep,” jelasnya. (Mp/al/rul)

>> Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita madurapost.net WhatsApp Channel : Klik Disini . Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.