Sidak Sekolah Ambruk, DPRD Sampang Soroti Kualitas Bangunan

  • Bagikan
Sidak Komisi IV DPRD Sampang ke SDN 2 Samaran, Tambelangan, Sampang
Sidak Komisi IV DPRD Sampang ke SDN 2 Samaran, Tambelangan, Sampang

 

SAMPANG, MaduraPost – Ambruknya atap ruang kelas SDN 2 Samaran kecamatan Tambelangan pada Jumat lalu menjadi atensi DPRD setempat, Wakil rakyat dari Komisi IV melakukan inspeksi ke sekolah tersebut untuk melihat kondisi bangunan yang roboh.

Pantauan di lapangan, Saat ini di lokasi kejadian sudah terpasang garis polisi, Dugaan sementara amburuknya ruas kelas yang dibangun pada 2017 lalu itu disebabkan karena kontruksi atap rapuh.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Musoddaq Chalili menyampaikan, ambruknya atap ruang kelas SDN 2 Samaran menjadi catatan bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, agar ke depannya lebih maksimal dalam melaksanakan program pembangunan atau rehabilitasi ruang kelas.

BACA JUGA :  Resmob Polres Sumenep bersama Kepolisan Sektor Batu Putih Bekuk Empat Residevis Komplotan Pencuri Hewan

Sebab, hal itu berkaitan dengan keselamatan siswa saat mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

“Untung saja dalam peristiwa amburuknya ruang kelas itu tidak sampai ada korban. Baik siswa maupun guru selamat,” katanya.

Dikatakan, berdasarkan keterangan dari kepala sekolah, bangunan kelas yang ambruk itu mendapatkan program rehab dari Disdik Sampang dengan anggaran Rp 150 juta yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) 2017.

Tapi sayangnya, baru satu tahun berjalan atap ruang kelas sudah bergelombang, dan kayu kerangka atap rapuh. Pihaknya menduga proyek rehab kelas di SD tersebut dikerjakan asal-asalan, Yakni asal pasang asal jadi terutama terkait denga bahan material kayu yang digunakan.

BACA JUGA :  Warga Keluhkan Kekeringan dan Kekurangan Air di Kecamatan Konang Pada DPRD Bangkalan

“Karena kalau dikerjakan dengan baik dan benar, Minimal bangunan itu bisa bertahan selama lima tahun,” ucapnya.

Pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi dengan disdik untuk membahas terkait dengan rencana perbaikan ruas kelas di sekolah tersebut. Meski saat ini pihak sekolah sudah menyediakan tempat sementara untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Kami juga mendukung Aparat Penegak Hukum (APH) dalam mengungkap kasus ambruknya atap kelas di sekolah tersebut. Ini berkaitan dengan kualitas bagunan, jadi semua pihak yang terlibat dalam proyek itu harus bertanggung jawab,” tegasnya.

BACA JUGA :  Hasil Swab Berulang-ulang, 4 Pasien Covid-19 di Sumenep Tetap Positif

Sementara itu, Kepala SDN 2 Samaran,
Retno Dijah Wijayanti mengatakan, ruang kelas yang atapnya ambruk itu merupakan kelas IV dan V. Sudah lama pihaknya mengaku was-was dengan kondisi ruangan itu, sebab semakin lama struktur atap reot dan turun kebawah.

Retno mengungkapkan, guru dan siswa yang belajar di kelas itu sering mendengar bunyi kayu reot terutama saat ada angin kencang, Sehingga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kelas itu dikosongkan, dan KBM dipindah ke ruangan lain.

“Kami sudah melaporkan kejadian itu ke Disdik Sampang. Semoga bisa segera ada perbaikan,” tandasnya. (mp/zen/rul)

  • Bagikan