Setahun PADes Sentol Laok Rp 4,4 Juta, Blok-M Sebut Tak Masuk Akal

Avatar
APBDes Sentol Laok, Kecamatan Pragaan. 

SUMENEP, Madurapost.co.id – Barisan Lawan Korupsi Madura (Blok-M) menyoroti Pendapatan Asli Desa (PADes) Sentol Laok, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura Jawa Timur, yang terindikasi bermasalah. Pasalnya antara pemasukan yang tercatat dengan aset desa dan modal usaha desa diduga tidak sesuai.
Sekretaris Blok-M Dayat menjabarkan, PADes merupakan salah satu sumber pemasukan desa diluar Dana Desa dan Anggaran Dana Desa (DD/ADD). Dalam penggunaannya PADes juga dipergunakan untuk pembangunan suatu desa.
“Karena PADes juga ikut bagian dalam pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat, maka wajib hukumnya kita harus ikut dalam mengawasannya, agar masyarakat nanti tidak merasa dirugikan,” katanya kepada Madurapost, Sabtu (27/07/2019). 
Dia menambahkan, terkait PADes Sentol Laok pada tahun 2017 yang digunakan untuk pembangunan tahun 2018 diduga tidak masuk akal. Tercatat jumlah besaran PADesnya hanya kisaran Rp 4,4 juta dalam setahun.
“Padahal sumber pemasukan desa banyak, mulai hasil pengelolaan tanah percaton hingga hasil usaha desa yg dimodali DD, modal yg dikeluarkan dari DD Biasa kurang lebih 200 jutaan, kan tidak masuk akal jika uang 200juta bila diputar selama satu tahun hanya memperoleh hasil Rp 4 juta,” imbuhnya.
Lanjut Dayat, kecurigaan terhadap PADes Sentol Laok yang terindikasi bermasalah itu, berniat akan dipertanyakan secara langsung kepada kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep.
“Kami akan pertanyakan kepada DPMD Sumenep, karena dinas tersebut bertugas menangani persoalan PADes serta DD/ADD, jika nanti kecurigaan kami benar bahwa PADes Sentol Laok bermasalah, maka kami akan bawa persoalan tersebut ke ranah hukum karena itu masih menyangkut persoalan keuangan negara,” pungkasnya.
Sampai berita ini dimuat, kepala DPMD Sumenep masih belum bisa dikonfirmasi terkait PADes Sentol  Laok yang dipersoalkan. (mp/aka/rul)

BACA JUGA :  Ngaku Saudara Kepala Dinas di Sumenep, Oknum Ini Teror Sejumlah Kades