close menu

Masuk


Tutup x

Seruan Ulama Kepada Empat Bupati di Madura Dalam Menghadapi Wabah Covid-19: MADURA LOCKDOWN

Penulis: | Editor:

PAMEKASAN, MaduraPost – Dengan menggunakan konsep Ilmu Usul Fiqh “Dar ul Mafasid Moqoddamun Alaa Jalbil Masholeh ” yang artinya menolak Kerusakan harus didahulukan daripada mendatangkan kebaikan. Para Ulama Madura yang tergabung dalam Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA) meminta kepada empat kepala daerah agar Madura di Lockdown.

Seruan tersebut disampaikan dalam sebuah surat resmi Nomor : 17/BASSRA/A/III/2020 Tanggal 26 Maret 2020 prihal Seruan menghadapi wabah Covid-19.

BACA JUGA :  ASELA Ditutup, JCW Jatim Sentil Ucapan Bupati Sampang

Surat tersebut ditujukan kepada Para Bupati dan Forkopimda se Madura, Diantara himbauan yang disampaikan Bassra adalah menutup akses masuk dari Jembatan Suramadu dan Pelabuhan Kamal dan beberapa akses lainnya, Kecuali bagi seseorang yang mempunyai kewajiban tertentu.

Surat dari BASSRA untuk empat Kepala Daerah di Madura
Surat dari BASSRA untuk empat Kepala Daerah di Madura
BACA JUGA :  BREAKING NEWS: Warga Digegerkan Dengan Penemuan Mayat di Birat Barat Ketapang

Demikian disampaikan BASSRA menyikapi semakin maraknya wabah Virus Corona yang ada di pulau Madura, Sehingga perlu ada langkah kongkrit pemerintah untuk mencegah mata rantai penyebaran virus Corona dengan cara Lockdown.

Dalam surat tersebut, Ditandatangani oleh Ketua BASSRA KH. Moh Rofi’i Baidhowi Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar dan Sekretaris BASSRA DRS. KH. M. Nuruddin A Rahman SH. (mp/uki/lam)

BACA JUGA :  Tindakan Mulia Polsek Sukolilo Labang, Bagikan Nasi Bungkus dan Masker Untuk Warga