Scroll untuk melanjutkan membaca
HeadlineKesehatanPeristiwa

Seruan Ulama Kepada Empat Bupati di Madura Dalam Menghadapi Wabah Covid-19: MADURA LOCKDOWN

Avatar
×

Seruan Ulama Kepada Empat Bupati di Madura Dalam Menghadapi Wabah Covid-19: MADURA LOCKDOWN

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, MaduraPost – Dengan menggunakan konsep Ilmu Usul Fiqh “Dar ul Mafasid Moqoddamun Alaa Jalbil Masholeh ” yang artinya menolak Kerusakan harus didahulukan daripada mendatangkan kebaikan. Para Ulama Madura yang tergabung dalam Badan Silaturrahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA) meminta kepada empat kepala daerah agar Madura di Lockdown.

Seruan tersebut disampaikan dalam sebuah surat resmi Nomor : 17/BASSRA/A/III/2020 Tanggal 26 Maret 2020 prihal Seruan menghadapi wabah Covid-19.

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca
Baca Juga :  Pengurus KJS Periode 2022-2024 Dikukuhkan, Sa’ie : Profesi Jurnalis Berpegang Teguh Pada KEJ

Surat tersebut ditujukan kepada Para Bupati dan Forkopimda se Madura, Diantara himbauan yang disampaikan Bassra adalah menutup akses masuk dari Jembatan Suramadu dan Pelabuhan Kamal dan beberapa akses lainnya, Kecuali bagi seseorang yang mempunyai kewajiban tertentu.

Surat dari BASSRA untuk empat Kepala Daerah di Madura
Surat dari BASSRA untuk empat Kepala Daerah di Madura
Baca Juga :  Pemkab Sumenep Fasilitasi Swab Rapid Antigen Gratis Bagi Santri yang Akan Kembali ke Ponpes

Demikian disampaikan BASSRA menyikapi semakin maraknya wabah Virus Corona yang ada di pulau Madura, Sehingga perlu ada langkah kongkrit pemerintah untuk mencegah mata rantai penyebaran virus Corona dengan cara Lockdown.

Dalam surat tersebut, Ditandatangani oleh Ketua BASSRA KH. Moh Rofi’i Baidhowi Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar dan Sekretaris BASSRA DRS. KH. M. Nuruddin A Rahman SH. (mp/uki/lam)

Baca Juga :  Pokmas Fiktif di Kecamatan Palengaan Diduga Cair Tanpa Tanda Tangan Kades

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.