Scroll untuk melanjutkan membaca
Headline

Semburan Air Mirip Lumpur Muncul di Sumenep 

Avatar
×

Semburan Air Mirip Lumpur Muncul di Sumenep 

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, MADURAPOST.NET – Warga Dusun Lubulu, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dihebohkan dengan adanya semburan air mirip lumpur, Minggu (4/10/2020) kemarin.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, meninjau lokasi semburan air mirip lumpur itu terjadi. Peninjauan dilakukan langsung oleh Kepala Bidang Energi Sumber Daya Alam (ESDA) Pemkab Sumenep, M. Sahlan bersama jajaran, Senin (5/10/2020) pagi.

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca

Informasi yang dihimpun media ini dari warga setempat, Sahlan mengatakan bahwa salah seorang masyarakat sempat mengambil air mirip lumpur itu kemudian disulut dengan api.

Baca Juga :  Diduga Gunakan Bukti Tak Sesuai Fakta, Kuasa Hukum Mahmud Bakal Laporkan JPU ke Kejagung

“Ini kan barang berbahaya. Jadi, jangan coba-coba mendekatkan api ke lokasi, iya hasilnya berkobar tadi pas dicoba itu,” ujar Sahlan di lokasi.

Pihaknya mengimbau agar warga jangan mencoba-coba untuk menyulut api di dekat semburan air tersebut. Saat ini, lanjut Sahlan, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim ahli dari Provinsi Jatim dan Badan Geologi.

Baca Juga :  Puluhan Guru Honorer Non Katagori Datangi DPRD Bangkalan Menuntut Gaji Sesuai UMK

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat para ahli bisa datang ke sini dan mampu menenangkan masyarakat, itu yang utama,” terang dia.

Menurutnya, kandungan yang terdapat dalam semburan air lumpur tersebut dapat menggangu kesehatan.

“Tadi sudah video call dengan Pak Oni yang membidangi masalah seperti ini di ESDA Provinsi. Beliau minta agar sementara waktu jangan ada api yang mendekati ke lokasi ini,” paparnya.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Akhirnya Terapkan PPKM Darurat Covid-19

Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan kandungan yang ada dalam semburan air mirip lumpur tersebut.

“Saya ingin para ahli itu langsung turun ke lapangan dan mengamati sendiri. Seperti dulu yang di Batang-batang kami ambil sampel airnya dan dibawa ke Provinsi,” tukasnya.

(Mp/al/rus) 

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.