SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Headline

Semarak Tahun 2020, Kabupaten Pamekasan Banjir Janda

Avatar
×

Semarak Tahun 2020, Kabupaten Pamekasan Banjir Janda

Sebarkan artikel ini

Ilustrasi

PAMEKASAN, MaduraPost – Pernikahan dini dan faktor ekonomi menjadi salah satu pemicu terjadinya perceraian.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Begitu juga hadirnya pihak ketiga dalam hubungan rumah tangga yang dipengaruhi oleh pengaruh media sosial juga menjadi faktor terjadinya perceraian.

Hery Kushendar selaku Panitera Muda (Panmud) Hukum Pengadilan Agama Pamekasan mengatakan angka perceraian Dikabupaten pamekasan yang tercatat dalam pengadilan agama (PA) mencapai 1.426 jiwa.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan, Pegawai Lapas Kelas IIA Pamekasan Lakukan Razia

“Jumlah janda dan duda di Pamekasan pada Tahun 2019 sampai bulan November mencapai 1.426. Rinciannya, terdiri dari cerai talak oleh para suami sebanyak 488 kasus, dan cerai gugat oleh para istri sebanyak 938 kasus,”kata Hery. Selasa, 31/12/2019

“Ya rata-rata terjadinya pencerain yang paling banyak disebabkan karena faktor pertengkaran dan perselisihan terus menerus dari berbagai kalangan. Kalau umur ada didominasi masih Muda-mudi, ” Imbuhnya

Baca Juga :  Bupati Fauzi Dukung Pemindahan Lanal Batu Porron ke Sumenep

Lebih lanjut Hery menghimbau kepada para orang tua untuk tidak segera menikahkan anaknya dalam usia yang masih muda.

“Menikah di usia muda akan berpengaruh terhadap kesiapan mental yang pada ahirnya jalinan rumah tangga tidak harmonis dan berujung perceraian” Tutupnya. (mp/uki/rul)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp Madura Post sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.