Scroll untuk baca artikel
Daerah

Semarak Festival Ketupat di Lombang, Sumenep Teguhkan Warisan Tradisi

×

Semarak Festival Ketupat di Lombang, Sumenep Teguhkan Warisan Tradisi

Sebarkan artikel ini
ACARA. Warga dengan busana adat Madura tampak khusyuk mengikuti prosesi tradisi dalam rangkaian Festival Ketupat di Pantai Lombang, Batang-Batang, Sumenep. (Istimewa for MaduraPost)
ACARA. Warga dengan busana adat Madura tampak khusyuk mengikuti prosesi tradisi dalam rangkaian Festival Ketupat di Pantai Lombang, Batang-Batang, Sumenep. (Istimewa for MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menghadirkan perayaan budaya melalui Festival Ketupat yang berlangsung meriah di kawasan Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang.

Kegiatan yang tercatat dalam Kalender Event Sumenep 2026 tersebut diikuti 130 partisipan, mulai dari unsur perangkat daerah hingga warga umum.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Keterlibatan berbagai elemen ini menunjukkan besarnya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian adat istiadat setempat.

Penyelenggaraan festival ini menjadi wujud nyata kesungguhan pemerintah daerah dalam menjaga khazanah budaya agar tetap eksis di tengah dinamika zaman.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Faruk Hanafi menjelaskan, bahwa agenda ini tidak semata-mata bersifat hiburan, melainkan juga berperan penting dalam memperkokoh karakter budaya masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan suguhan musik tongtong “Megaremmeng” yang sukses membakar semangat hadirin.

Denting dan tabuhan khas Madura tersebut menghadirkan nuansa tradisional yang kuat sejak awal acara. Penampilan pamdas dangdut turut menambah kemeriahan suasana.

Selepas pembukaan resmi, prosesi dilanjutkan dengan tradisi “topak lober”, ritual sarat filosofi yang mencerminkan kebersamaan serta ungkapan syukur.

Kemeriahan semakin terasa ketika lomba pembuatan orong ketupat digelar. Para peserta memperlihatkan ketangkasan mereka merangkai janur menjadi anyaman ketupat dengan variasi bentuk yang kreatif.

“Festival Ketupat ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai tradisi leluhur,” ujar Faruk, Kamis (26/3).

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, nilai-nilai kearifan lokal diharapkan terus terjaga, diwariskan secara berkelanjutan, serta mampu menjadi daya pikat wisata yang membanggakan Kabupaten Sumenep.***