Selain Langka, Petani di Sokobanah Keluhkan Harga Pupuk Subsidi di Atas HET

  • Bagikan

SAMPANG, MaduraPost – Memasuki musim cocok tanam, para petani di Sokobanah Sampang mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Selain sulit (langka), petani juga disuguhi dengan harga pupuk yang tidak wajar di kios tempat mereka membeli pupuk.

Hal tersebut dikatakan oleh warga setempat. Menurutnya harga pupuk yang dijual di kios kisaran harga 100 ribu hingga mencapai 110 ribu per saknya dengan berat 50 kilogram.

“Ini rasa harganya sudah tidak masuk akal,” tuturnya kepada MaduraPost, Selasa (24/11/2020).

Pihaknya juga menambahkan, meskipun dirinya sudah memiliki kartu tani tapi tidak ada jaminan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga normal sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

BACA JUGA :  Pantai Lon Malang Sampang Madura Jadi Tujuan Wisata Favorit Momen Hari Raya

“Pupuk bersubsidi itu seharusnya mengikuti aturan pemerintah yang telah ditentukan dengan harga Rp. 90.000 ribu rupiah per saknya, tapi sayangnya, ditempat kios Makmur, di Desa Tobai Timur menjual harga sebesar 100.000 sampai 110.000 ribu, sehingga ini sudah jelas melanggar aturan dari pemerintah,” imbuhnya.

Menurutnya, harga pupuk yang dijual di kios resmi itu dibandrol dengan harga tinggi. Sejumlah petani lainnya pun mengaku kesulitan memperoleh pupuk walau sudah menyiapkan kartu tani. Meski demikian, dirinya dan petani lain tetap membelinya karena karena kebutuhan untuk tanamannya.

BACA JUGA :  Jika Jual Pupuk Subsidi Melebihi HET, Dispertan Sampang Akan Cabut Izin Kios

“Jadi kami pun harus menebus pupuk subsidi pemerintah itu dengan harga diatas HET mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp110 ribu per sak. Karena petani butuh, meskipun mahal ya tetap dibeli,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah daerah segera mencarikan solusi terkait mahalnya pupuk subsidi. Jika tidak, maka nasib petani semakin sengsara di tengah Pandemi Covid-19.

Para petanipun menduga ada kongkalikong dalam pendistribusian pupuk bersubsidi dari pemerintah. Karena ia melihat pupuk bersubsidi beredar bebas dijual di toko yang bukan kios resmi.

BACA JUGA :  Disaat Petani Butuh, Dinas Pertanian Sampang Batasi Pendistribusian Pupuk Subsidi

“Harus ada pengawasan lebih serius agar tidak dijual dengan harga yang melebihi dari ketetapan pemerintah,” tandasnya.

Sementara itu petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sokobanah Mukhayat Zuhri berdalih belum mengetahui adanya Kios yang menjual pupuk bersubsidi diatas HET. Ia berjanji akan menindak lanjuti laporan dan keluhan dari petani yang ada di Kecamatan Sokobanah. Pihaknya akan memberikan peringatan kepada pemilik kios apabila ditemukan pelanggaran.

“Nanti akan saya tindak lanjuti mas,dan akan memberikan teguran kepada pemilik kios yang ada di Sokobanah,” ucapnya.

(Mp/man/ron/rus)

  • Bagikan