SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Daerah

Satu Keluarga di Ketapang Laok Sampang Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni

Avatar
×

Satu Keluarga di Ketapang Laok Sampang Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, MaduraPost – Nasib kurang beruntung dialami Tomina warga Dusun Taman Desa Ketapang Laok yang tinggal bersama anaknya disebuah rumah tidak layak huni.

Menurut Latif warga setempat mengatakan, Tomina baru diketahui baru sekitar kurang lebih satu bulan berada di desa Ketapang Laok Kecamatan Ketapang. Sebelumnya menurut Mat Latif, Tomina merupakan warga Desa Ketapang Timur.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Sebelumnya saya kaget mas ketika jalan-jalan di kampungku menemukan rumah baru yang tidak layak. Setelah itu saya tanyakan dan minta KTPnya, ternyata di KTP dia alamatnya Ketapang Timur,” tuturnya Kepada MaduraPost. Rabu (16/09/2020).

Baca Juga :  Seminar Wirausaha SMK Nusantara, Tumbuhkan kreativitas Siswa Menghadapi Tantangan Global

Menurut penuturan Tomina, ia bersama anaknya tinggal ditempat tersebut kurang lebih sembilan bulan pasca ditinggal suaminya merantau keluar negeri. Namun nahas, hingga saat ini suami Tomina tidak pernah menghubunginya lagi.

“Dulu saja mas sekitar satu bulan berangkat sempat komunikasi, namun setelah itu tidak ada lagi,” tuturnya.

Mendengar kabar tersbut, pemerintah desa (pemdes) Ketapang Laok bergerak cepat langsung mendatangi kediaman Tomina tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan lamgsung pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari pemerintah desa setempat.

Baca Juga :  Menderita Penyakit Kronis Hingga Membusuk, Warga Tanjung Luput Dari Perhatian Pemerintah

Sementara itu Kepala Desa Ketapang Laok Abd Salam mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemdes asal (Ketapang Timur) untuk mengurus akta kependudukannya.

“Alhamdulillah untuk surat-suratnya sudah selesai,” ungkap Abd Salam.

Ia menambahkan, pemerintah desa (pemdes) Ketapang Laok sudah mengusulkan tempat tinggal yang lebih layak untuk keluarga Tomina beserta anaknya.

“Kami usulkan program RTLH, semoga pemerintah kabupaten bisa merespon dengan cepat,” pungkasnya. (mp/ron/rul)

Baca Juga :  Ribuan Sembako Disalurkan Relawan Puan Maharani ke Madura

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.