SAMPANG HEBAT, Kota Dibangun, Desa Ditinggal

Avatar

SAMPANG, MaduraPost – Pembangunan di Kabupaten Sampang Madura masih menyisakan tugas berat bagi Bupati H. Salamet Junaidi.

Hal itu disebabkan ketimpangan pembangunan antara Kota dan beberapa desa yang ada di wilayah Kabupaten Sampang.

Disisi lain, Pemkab Sampang ingin menjadikan Kota Sampang seperti Las Vegas dengan memasang lampu Dekorasi di beberapa jembatan di Kota Sampang hingga menelan anggaran Rp 190 Jt.

BACA JUGA :  Banjir di Kabupaten Pamekasan Belum Surut, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam Dihujat

Sementara itu, Masyarakat desa Bunten Timur dan Pancor Kecamatan Ketapang justru membangun jembatan Bambu dari hasil swadaya masyarakat, Tanpa ada sumbangan dana dari Pemerintah.

Salah satu tokoh masyarakat desa Sokobanah Daya, Sukandar mengatakan bahwa ketimpangan Pembangunan antara Desa dan Kota di Sampang sudah terjadi sejak dulu. Sehingga perlu terobosan baru dari Bupati H.Salamet Junaidi.

BACA JUGA :  Kadinsos Sumenep Tanggapi Video Viral Terkait Pernyataan Petugas TKSK

“Dibawah kepemimpinan H. Idi sebagai Bupati Sampang, Masyarakat berharap agar pembangunan bisa merata dari kota sampai ke Desa di Kabupaten Sampang” Katanya. Ahad, 5/1/2020.

Lebih lanjut, Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut berharap agar tidak ada lagi masyarakat yang harus iuran untuk membangun jembatan, Tapi ada kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Sampang untuk meningkatkan pembangunan di Desa.

BACA JUGA :  Wakapolres Sampang Buka Lat Praops Keselamatan Semeru 2021

“Kami mengharap Pak Bupati melihat langsung masyarakat yang membangun jembatan dengan bahan bambu di desa Bunten Timur, Jangan cuma melihat pemasangan lampu yang ada di jembatan kota Sampang” Imbuhnya. (mp/man/rul)