Scroll untuk melanjutkan membaca
Headline

Salah Satu SPBU di Kabupaten Sumenep, Diduga Lakukan Pungli

Avatar
×

Salah Satu SPBU di Kabupaten Sumenep, Diduga Lakukan Pungli

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Foto: Goggle)

SUMENEP, Madurapost.co.id Diduga telah melakukan Pemungutan Liar (PUNGLI) yang dilakukan pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) di Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura. Juma’at (12/04/19).

Pemungutan Liar (PUNGLI) tersebut dilakukan terhadap para pembeli yang menggunakan jerigen. Adapun besar pungutan yang dilakukan pihak SPBU tersebut sekitar Rp 50. 00,- – 100.00,- per liter.

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca
Baca Juga :  Karang Taruna Putra Lan Bulanan Bersama Baznas Sampang, Bagikan Takjil dan Santuni Anak Yatim

Menurut salah seorang pembeli berinisial BR mengatakan, bahwa dirinya membeli bahan itu untuk dijual lagi di kiosnya.

“Saya dan para pembeli yang menggunakan jerigen yang lain sudah biasa diminta Rp 50.00,- 100. 00,00,- per liter di SPBU tersebut,” ungkapnya.

“Pembayaran itu sudah menjadi kewajiban. Dan sudah seperti berlangganan membeli  bahan bakar di SPBU itu,” tambahnya.

Baca Juga :  Proyek Rabat Beton Dari Anggaran DD di Desa Montorna Diduga Fiktif

Sementara itu, bagian pengawas Operasional SPBU di Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Ari Susanto menampik dugaan tersebut.

“Dimenejemin kami tidak ada yang namanya pungutan liar seperti itu. Toh kalau seumpamanya ada dan kami ketahui, ya kami akan marahi,” kilahnya.

Ari Susanto juga mengatakan, bahwa pihaknya selama ini ingin menaikkan omzet, tapi tidak dengan cara seperti itu.

Baca Juga :  Lagi! DKPP Sumenep Terima Penghargaan Vaksinator PMK Jawa Timur 2022

“Semuanya sama begitu, cuman intinya pungutan itu secara paksa atau tidak. Ya kalau pembeli memberikannya secara suka rela ya kan terserah pembeli. Akan tetapi kalau secara di paksa kami akan tindak,” pungkasnya.(mp/nir/zul)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.