Rutan Kelas II B Bangkalan Targetkan WBK Dengan Memberi Pelayanan Maksimal Terhadap Napi

  • Bagikan

BANGKALAN, MaduraPost – Rutan kelas II B Bangkalan, Targetkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK), sehingga meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dan narapidana, Selasa (21/01/2020).

Hal itu dijelaskan oleh Pradana selaku Kasupsi Pelayanan Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Bangkalan, terkait pelayanan yang ada di rutan Bangkalan, bahwa pihaknya memberikan pelayaman terbaik terhadap seluruh tahanan yang ada di dalam.

“Jika ada yang sakit kita 24 jam melayani meskipun hari libur, kecuali yang membutuhkan dokter, karna kita kerja sama dengan dokter jika hari libur tidak ada,” paparnya terhadap tim MaduraPost Bangkalan

BACA JUGA :  Pandangan Bupati Sumenep Tentang Kampung Tangguh

Pradana juga menambahkan untuk pelayanan yang lain seperti mengurus berkas yang juga kita layani selama jam kantor, jika memang sudah dilimpahkan terhadap rutan kelas II B Bangkalan, kecuali layanan kunjungan.

“Kalau kunjungan jelas libur untuk hari libur, serta hari jumat dan minggu,” ujarnya saat menjelaskan terhadap MaduraPost.

Pradana berharap pihaknya mampu memberikan pelayanan yang maksimal terhadap seluruh tahanan serta pelayanan yang kooperatif terhadap pengunjung yang datang.

BACA JUGA :  Deklarasi Enam Partai Politik Pengusung Fattah Jasin - Ali Fikri Pada Pilkada Sumenep 2020

“Saya ingin memberikan pelayanan berbasis HAM yang terbaik untuk narapidana dan masyarakat. Agar rutan Bangkalan bisa memperoleh predikat WBK dan WBBM,” pungkasnya.

Ada beberapa pelayanan yang akan ditingkatkan pada rutan Bangkalan, untuk mendapatkan WBK dari Kemenpan RB, diantaranya meningkatkan pelayanan yang dulunya manual, kini harus digital.

“Untuk pelayanan pengunjung, nantinya akan berbasis online untuk mendaftar, sehingga masyarakat hanya butuh menunjukkan bukti saja, tanpa harus ribet lagi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Surprise, Desa Panaan Raih Predikat Tercepat Pencairan BLT Dana Desa Se - Palengaan

Semua narapidana pasti akan merasakan kejenuhan ketika berada di dalam penjara, memikirkan putusan serta hukumnya yang tak kunjung selesai.

“Maka dari itu, di rutan kita bangun taman rekreasi untuk tahanan, untuk mengubah mainset negatif menjadi positif,” tutupnya. (mp/sur/rul)

  • Bagikan