Scroll untuk baca artikel
Sosial

RSUD Sampang Gelar Forum Komunikasi Publik Libatkan LSM dan Insan Pers

Avatar
×

RSUD Sampang Gelar Forum Komunikasi Publik Libatkan LSM dan Insan Pers

Sebarkan artikel ini
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, dr. Bhakti Setiyo Tunggal saat menyampaikan sambutan di hadapan undangan. (MaduraPost/Saman Syah)

SAMPANG, MaduraPost – Dalam upaya meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Mohammad Zyn Kabupaten Sampang menggelar Forum Komunikasi Publik (FKP) dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di aula RSUD setempat itu dihadiri oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM), insan pers, tokoh masyarakat, serta tokoh agama.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, dr. Bhakti Setiyo Tunggal, mengatakan bahwa forum tersebut menjadi sarana evaluasi sekaligus ruang komunikasi antara manajemen rumah sakit dengan masyarakat.

Menurutnya, melalui forum tersebut berbagai masukan, kritik, serta evaluasi terkait pelayanan kesehatan dapat disampaikan secara terbuka untuk kemudian dicarikan solusi bersama.

“Forum ini menjadi sarana evaluasi sekaligus ruang komunikasi antara rumah sakit dan masyarakat. Kami ingin memastikan pelayanan kesehatan terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu,” ujar dr. Bhakti Setiyo Tunggal, Rabu (22/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam forum tersebut manajemen RSUD juga memaparkan kondisi kapasitas pelayanan yang saat ini dimiliki rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sampang tersebut.

Saat ini, RSUD dr. Mohammad Zyn memiliki sekitar 225 tempat tidur yang digunakan untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di Kabupaten Sampang.

Selain melayani warga setempat, rumah sakit tersebut juga menerima pasien rujukan dari sejumlah daerah di wilayah Madura, termasuk dari Kabupaten Sumenep.

Menurut dr. Bhakti, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen rumah sakit, namun sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas dan efektivitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ini menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan agar tetap optimal di tengah keterbatasan fasilitas yang ada,” pungkasnya.***