SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Headline

RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Diduga Tidak Melayani Obat Untuk Pasien BPJS

Avatar
×

RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Diduga Tidak Melayani Obat Untuk Pasien BPJS

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, MaduraPost – Persediaan Obat di Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Mohammad zyn Sampang untuk pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) terindikasi ada pungutan liar (Pungli).

Hal itu disampaikan Relawan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kabupaten Sampang saat melaporkan peristiwa tersebut ke Komisi IV DPRD Sampang.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Menurut Rois Anwar selaku Relawan Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Sampang mengatakan bahwa telah terjadi kongkalikong dalam pembelian obat untuk Pasien BPJS di di RSUD Dr. Mohammad Zyn sampang

“Kami mengawal pasien BPJS, kebetulan pada saat itu ia melakukan membelian obat di Farmasi RSUD, tapi disuruh beli obat ke Apotek luar, di sebabkan jenis obat yang dibutuhkan di farmasi RSUD tidak ada,” ungkapnya. Senin (9/3/2020).

Baca Juga :  Terkait Polemik ADK 2019,Tiga LSM Kembali Lakukan Audensi di Aula DPRD Sampang

Ia kecewa. Karena, seharusnya pihak Farmasi RSUD tersebut menyediakan segala jenis obat, agar saat ada pasien membutuhkan tidak berdalih kosong.

Bahkan dengan ketidak tersedian obat yang dibutuhkan tersebut, pihak farmasi RSUD mengarahkan untuk melakukan pembelian obat diluar RSUD

“Kalok memang obat tersebut tidak ada, seharusnya ada solusi. Karena, sepengalaman saya saat melakukan pengawalan di rumah sakit Soetomo, dengan konfirmasi ke dokter pihak farmasi memberikan obat yang spesifikasinya sama, bukan malah disuruh melakukan membelian obat ke Apotek luar,” imbuhnya

Namun saat pasien BPJS melalukan pembeliam obat, maka itu harus mengeluarkan uang, padahal pasien dengan kartu BPJS ini disebabkan karena tidak mampu.

Baca Juga :  Legislatif Golkar Jatim Minta Pemkab Kawal “New Normal” Pondok Pesantren

“Ketika beli obat keluar harus mengeluarkan uang, dan ini pasien PBJS bukan umum,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi kepada Iqbal Fatoni selaku anggota Komisi IV DPRD Sampang mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga, bahwasanya ada pasien BPJS melakukan pembelian obat diluar dan ia menilai dengan permaslahan tersebut di farmasi RSUD ada pungli.

“Saya menilai di RSUD ada punglui, karena seharusnya pasien BPJS ini gratis,” ungkapnya.

Padahal dua minggu sebelumnya, Saat Iqbal Fatoni melakukan sidak ke RSUD Sampang, Pihaknya sudah berpesan agar jangan sampai ada pasien BPJS Yang membeli obat diluar rumah sakit.

Baca Juga :  Dinkes dan P2KB Sumenep Gandeng BIN Genjot Vaksinasi Anak Usia Dini

Sehingga ia berharap pada Bupati Sampang H. Selamet Junaidi melakukan gebrakan terkait kondisi RSUD dr. Mohammad Zyn yang amburadul.

Semantara itu, Direktur RSUD Dr. Mohammad Zyn, Titin Hamidah mengaku tidak tahu terkait permasalah tersebut, karena ia belum mengecek saat hendak dikonfirmasi oleh awak media.

Bahkan pihaknya mengkau sudah menyediakan hampir seribu item obat di farmasi RSUD.

“Yang jelas saya sudah menyedikan hampir seribu dari setiap item obat, namun untuk obat yang tidak ada di farmasi saya belum tahu, tapi nanti akan saya cek. Tapi yang penting kondisi pasien sudah terlayani,” pungkasnya. (mp/man/rul)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.