Rangkaian Pena Santri, Peradaban Banyuanyar Gelar FTDN di Tiga Zona

  • Bagikan

PAMEKASAN,- Persatuan Alumni Darul Ulum Banyuanyar (Perdaban) akan menggelar Festival Tarbiyah Diniyah Nasional (FTDN) di tiga zona pada Minggu, (8/11/20). Kegiatan tersebut sebagai rangkaian acara Pentas Nasional Santri (Pena Santri) 2020.

Dalam FTDN tersebut ada tiga kategori yang diperlombakan, Lomba Hafalan Surat Pendek dan Doa Harian, Tahfidz Juz 30, dan Orasi Wawasan Keislaman.

Menurut ketua panitia pena Santri, Muksin Salim kegiatan tersebut sebagai rangkaian acara Pentas Nasional Santri (Pena Santri) 2020.

Menurut ketua panitia pena Santri, Muksin Salim kegiatan FTDN ini merupakan ajang perlombaan bagi santri pendidikan diniyah yang digelar di berbagai zona. Untuk zona Bangkalan telah dilaksanakan akhir Oktober 2020 yang lalu.

BACA JUGA :  Mahasiswa dan Perwakilan Petani Tembakau Datangi Kantor DPRD Pamekasan

Sedangkan jadwal FTDN zona yang lain akan dilaksanakan besok, Minggu, 8 November 2020 dengan perincian tempat Pertama, Zona Pamekasan Utara (Waru, Batumarmar, Pasean, Pakong dan Pegantenan), tempat di LPI Riyadhul Ulum Bicorong Pakong Pamekasan.

Kedua, Zona Pamekasan Selatan (Kadur, Palengaan, Pamekasan, Tlanakan, Larangan, Galis, Pademawu, Proppo), di Lapangan Garuda Palengaan dan Masjid Darul Quran Palengaan Laok, Pamekasan.

BACA JUGA :  Pemdes Batubintang Mengucapkan, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H

Ketiga, Zona Kabupaten Sampang di Lapangan Karang Penang Sampang.

Untuk zona Jawa, pembukaan FTDN dilaksanakan hari ini, Sabtu 7 November 2020 dan dilaksanakan secara daring.

“Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni Darul Ulum Banyuanyar kepada siswa sebagai generasi masa depan. Serta, kegiatan ini untuk menumbuhkembangkan ilmu pengatahuan siswa, agar kelak menjadi siswa yang cerdas,”ungkap Muksin Salim, yang saat ini juga menjabat anggota DPRD Kabupaten Pamekasan. Sabtu (7/11/2020).

Terpisah, Ahmad Bakir divisi publikasi dan dokumentasi, juga menjelaskan bahwa kegiatan lomba tersebut untuk mengasah kemampuan siswa, sehingga dapat terbentuk generasi muda yang kompeten.

BACA JUGA :  Mengangkut 41 Orang Dua Orang Tewas Dalam Kecelakaan Kapal Tengelam di Perairan Giliyang Sumenep

“Jadi jika selama ini kegiatan agama hanya dipandang sebelah mata tapi buktinya dengan ilmu agama anak-anak dapat terbentuk mental dan budi pekerti yang baik,” kata dia.

Bakir, kelahiran Palengaan Pamekasan juga berharap kegiatan serupa akan menjadikan agenda rutin setiap tahun.

“Mudah-mudahan dengan adanya lomba ini dapat memberikan manfaat dan siswa serta santri dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara terutama agama,” pungkasnya. (red)

  • Bagikan