Proyek Tanpa Identitas di Desa Prekbun Pademawu Pamekasan Disoroti Ormas Pagar Jati

Avatar
Proyek Tanpa Identitas di Desa Prekbun Pademawu Pamekasan Disoroti Ormas Pagar Jati. (Foto: Chandra/Biro Pamekasan)

PAMEKASAN, (madurapost.co.id) – Sedikit banyak pekerjaan proyek di Kabupaten Pamekasan diduga sudah tidak peduli dengan pemasangan papan informasi sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan sebagai bukti tertib administrasi pelaksanaan.

Seperti halnya proyek yang berada di Dusun Utara Desa Prekbun Kecamatan Pademawu Pamekasan Madura Jawa Timur.

BACA JUGA :  DPP Ormas HIPPMA Membahas Proker Jangka Pendek Menengah Dan Jangka Panjang

Pasalnya sepanjang pekerjaan proyek tidak nampak seonggok baleho ataupun papan informasi yang menginformasikan detail proyek tersebut. Seperti asal dana anggaran, jumlah dana anggaran, bentuk pekerjaan dan pelaksana pekerjaan.

Sementara informasi yang didapat dilokasi pekerjaan hanya sebatas pelaksana pekerjaan dan itupun masih remang – remang.

“coba langsung ke K. Kamil pak, saya hanya pekerja biasa pak,” ujar salah seorang pekerja. Kamis, (23/5/19).

Sementara saat dilihat dari kondisi hasil sementara pekerjaannya sangat membingungkan. Dimana dilokasi penggalian proyek yang masih tergenang air tersebut sudah nampak salah satu sisinya sudah dibangun, namun selebar 1 batu atau kurang dari 25 cm.

BACA JUGA :  Alasan Sering Ada Rapat, Kapus PKM Kemoning Diduga Sering Bolos

Hal ini juga dikuatkan dengan statement tim investigasi Ormas Pagar Jati ( Paguyuban Arek Jawa Timur ), Hasbul.

“kalau dilihat dari pemasangan batunya, saya menduga pemasangan sisinya kurang dari 25 cm. Padahal beberapa pengawas yang sempat sharing terkait lebar sisi pembangunan saluran air menyatakan bahwa lebar mininumnya sisi saluran air sekitar 25 cm,” ujar Hasbul dari Ormas Pagar Jati.

BACA JUGA :  Janji Bupati Pamekasan Kembali Melorot, Masyarakat; Bupati Sering Janji Palsu

“sementara kalau bahan sudah tidak asing lagi, sirtu. Jadi gampang diremas meski sudah kering,” tambahnya.

Sampai berita ini di publish pihak pelaksana tidak bisa ditemui ataupun ditemui untuk dimintai keterangannya tentang sorotan dari Ormas Pagar Jati terhadap proyek tersebut. (mp/chn/zul)