SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Daerah

Proyek Rehabilitasi Gedung SMP 8 Pamekasan Diduga Tidak Sesuai RAB.

Avatar
×

Proyek Rehabilitasi Gedung SMP 8 Pamekasan Diduga Tidak Sesuai RAB.

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, MaduraPost – Proyek rehabilitasi gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP) 8 Pamekasan yang berada di Jalmak Kabupaten Pamekasan diduga tidak sesuai spesifikasi sehingga menjadi polemik pada beberapa elemen masyarakat.

Pantauan MaduraPost, ada beberapa hal yang janggal pada proses pembangunannya, seperti terlihat menggunakan genteng bekas, plester hanya sebagian yang dikelupas, tidak jelas berapa dan dari mana anggarannya karena tidak ada papan informasi sebagai transparansi publik di lokasi

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Menurut Kepala Sekolah SMP 8 Abdul Qodimul Azal pada saat ditemui oleh sejumlah awak media mengatakan, bahwa dirinya tidak begitu paham masalah itu, karena pihaknya mengikuti apa yang menjadi arahan konsultan.

Baca Juga :  Pemerintah Desa Bukek : Selamat Dirgahayu Republik Indonesia ke 76

“Saya tidak sebegitu paham mas, saya hanya sekedar mengetahui saja dan kami mengikuti apa yang menjadi arahan dari konsultan saja,” katanya.

Disoal mengenai penggunaan genteng bekas dan sebagian kayu lama yang masih dipakai ia mengatakan, kalau masalah genteng itu memang di RAB itu harus pakai yang baru dan kalau masalah sebagian kayu lama itu dipakai karena ikuti konsultan.

“Memang di RAB, kalau masalah genteng itu memang harus pakai yang baru tapi genteng bekas ini kan masih bagus mas dan sudah di cat, kalau masalah penggunaan sebagian kayu lama itu karena konsultan bilang bahwa tidak apa-apa kayu lama dipakai kembali yang penting masih bagus,” jelasnya.

Baca Juga :  Reklamasi Untuk Lahan Tambak Udang di Pasean Diduga Ilegal

Ia juga mengatakan, jumlah anggaran rehap di SMP 8 Pamekasan Rp 600 juta untuk tiga gedung sekolah dan satu pembangunan jamban.

“Jumlah anggarannya itu mas kalau tidak salah sekitar Rp 600 jutaan untuk rehap tiga gedung sekolah dan satu pembangunan jamban,” ungkapnya pada saat diwawancarai oleh beberapa media di depan kantornya.

Ketua Litbang Cabang Madura LSM PAGAR JATI Indonesia Hasbullah mengatakan, bahwasanya proyek rehap gedung di SMP tersebut terindikasi dijadikan lahan memperkaya diri sendiri oleh pihak-pihak terkait, Minggu (26/07/2020).

Baca Juga :  Datang Dari Jakarta, Warga Palengaan Laok Disemprot Disinfektan, Kwatir Bawa Virus Covid-19

“Pasalnya ketika kami ke lokasi ada banyak hal yang janggal, maka oleh karena kami akan tindak lanjuti serta kami akan ke Dinas terkait untuk meminta keterangannya, dan apa bila betul dugaan kami maka kami akan laporkan ke pihak yang berwajib,” tegasnya.

Sekretaris INAKOR Amiruddin mengatakan, kalau dirinya akan pantau terus proyek tersebut.

“Kami akan pantau terus proyek itu, dan besok kami akan ke Dinas terkait untuk minta keterangan lebih lanjut, karena kami duga proyek itu dijadikan lahan korupsi berjemaah,” kata Amir kepada Wartawan MaduraPost. (Mp/nir/uki/rul)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp Madura Post sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.