Scroll untuk melanjutkan membaca
Daerah

Proyek Pos Kamling di Polagan Sampang Menuai Sorotan Warga

Avatar
×

Proyek Pos Kamling di Polagan Sampang Menuai Sorotan Warga

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, MaduraPost – Realisasi program Alokasi Dana Kelurahan (ADK) 2019 di kabupaten Sampang kembali menuai sorotan warga, Kini giliran kegiatan pembangunan Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) di jalan Syamsul Arifin, Kampung Halelah, Kelurahan Polagan, Kecamatan Kota Sampang.

AY (inisial), warga Kampung Halelah menyampaikan, pos kamling di kampungnya itu dibangun pada September 2019 lalu. Tapi warga sangat kecewa dengan kualitas bangunan pos kamling itu. Terutama di kualitas kayu yang digunakan.

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca
Baca Juga :  Penyaluran BPNT di Desa Taroan Tlanakan Selain Tak Sesuai Juknis Juga Terindikasi Mark-up

“Setelah pos kamling itu selesai dibangun. Warga coba duduk di situ, ternyata sebagain kayu rapuh,” tuturnya, Sabtu (11/1/2020).

Melihat kualitas kayu yang seperti itu, Warga kemudian berinisiatif memperbaiki pos kamling dengan cara memasang kayu penyangga di bagian bawah.

“Warga di sini heran dengan kualitas pos kamling itu, Padahal anggaran pembangunannya mencapai Rp 15 juta,” ucapnya.

Baca Juga :  Dinsos Pamekasan: Sekdes Pasanggar Rangkap Agen Melanggar Aturan

Pria 45 tahun itu, mengatakan, sebelum ada program ADK 2019 di lokasi ini sudah ada pos kamling. Namun setelah ada pos kamling baru, bangunan yang lama dipindah ke lokasi lain.

“Terus terang kualitas kayu yang digunakan pos kamling lama jauh lebih bagus dibandingkan pos yang baru,” katanya.

Lurah Polagan Sampang, Abd. Rozak mengatakan, Program ADK 2019 di Kelurahan Polagan salah satunya yaitu kegiatan pembangunan pos kamling, terdapat enam pos kamling yang selesai dibangun, dan telah dimanfaatkan warga.

Baca Juga :  Sebulan Lebih Jalan Amblas Penghubung Pasean-Waru Belum Diperbaiki

“Setiap kegiatan dianggarkan Rp 15 juta. Jadi total anggaran untuk pembangunan pos kamling Rp 90 juta,” terang Rozak.

“Kalau masalah kualitas kayu yang digunakan itu kami tidak tahu, Karena kegiatan itu dikontraktualkan, bukan dikerjakan kelurahan, dan di situ sudah ada pengawasannya,” pungkasnya. (mp/zen/rus)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.