Proyek TPT Desa Gertagenah Daya Menjadi Sorotan Publik

Avatar
Proyek Plengsengan di Dusun Polai Bawah Desa Gertagenah Daya Kec Kadur, Pamekasan

PAMEKASAN, madurapost.co.id – Hasil pekerjaan proyek di beberapa desa perlu mendapatkan perhatian khusus. Pasalnya tidak sedikit pekerjaan proyek tersebut dikerjakan asal jadi dan selalu menjadi sorotan LSM dan warga sekitar.

Seperti halnya pekerjaan proyek yang digelar di Dusun Polai Bawah Desa Kertagenah Daya Kecamatan Kadur Pamekasan. Pekerjaan tersebut berupa plengsengan ( tembok penahan bahu jalan ).

Dari pantauan langsung di lokasi proyek yang diperkirakan sepanjang 100 meter tersebut tidak nampak adanya papan informasi sehingga menjadikan proyek tersebut misterius. Sehingga siapa pelaksananya dan berapa anggaran yang dikucurkan banyak menimbulkan tanda tanya baik dari warga maupun dari LSM.

BACA JUGA :  Setelah Farhan, Rekannya Yang Ikut Pesta Minuman Oplosan Juga Tewas

LSM MADAS ( Masyarakat Cerdas ) yang pada saat yang sama berada dilokasi peliputan menyampaikan sedikit kecurigaan adanya kecurangan dalam pengerjaan proyek tersebut.

“kalau saya sendiri menduga pekerjaan ini ada kecurangan atau dalam bahasa ringkasnya ingin mengambil untung lebih besar tanpa memperhatikan aspek resiko yang mungkin akan ditimbulkan jika dikerjakan tidak sesuai spesifikasi maupun tidak sesuai dengan bahan yang dicantumkan di SPJ nya,” ungkap Amiruddin LSM MADAS.

BACA JUGA :  Madura Darurat Narkoba, Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu 50 Kilogram Ke Sokobanah Sampang

“seperti contoh saya bisa menduga pekerjaan ini ada kecurangan yaitu tidak ada papan informasi sebagai pelengkap administrasi pekerjaan proyek dan sebagai asas keterbukaan publik, dimana masyarakat sebagai kontrol langsung setiap pekerjaan bisa mengetahuinya,” tambahnya.

“kemudian dari sektor tata cara dan bahan yang dipakai dalam pekerjaan ini juga menimbulkan kecurigaan pada saya. Pemasangan batunya terlalu banyak celah kosong yang tidak terisi adonan semen. Memang kalau dari luar tidak nampak tapi dari dalam yang tidak tertimbun tanah ini sudah nampak jelas celah kosong antar batunya,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Sindikat Begal di Bangkalan Dihadiahi Dua Timah Panas, Salah Satu Penadah Mahasiswa UTM

“bahan yang dipakai juga perlu sedikit di telisik. Bahan seperti apa yang dipakai jika hasil adonan yang sudah mengering berwarna putih. Padahal jika pekerjaan ini memakai campuran semen dan pasir jawa maka adonan yang sudah mengering seharusnya berwarna sedikit gelap,” pungkasnya.

Diakhir wanwancaranya Amiruddin memberikan sedikit himbauan kepada pemerintah agar lembaga audit yang turun mengecek lokasi pekerjaan lebih teliti karena mengambil keuntungan dari proyek pemerintah sama dengan korupsi.(mp/uki/zul)