SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Headline

Proyek Pengeboran dan Tandon di Larangan Badung Dikeluhkan Warga Setempat

Avatar
×

Proyek Pengeboran dan Tandon di Larangan Badung Dikeluhkan Warga Setempat

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, MaduraPost – Realisasi proyek pengeboran dan tandon di Dusun Timur Gunung, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan diduga jadi lahan korupsi dan dikeluhkan warga setempat.

Pasalnya, realisasi proyek pengeboran di daerah tersebut banyak tidak berfungsi artinya pengeboran tersebut tidak ada airnya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pengakuan dari salah seorang warga setempat Mohammad Hotib, bahwasanya realisasi proyek pengeboran itu dari awal memang tidak berfungsi.

Baca Juga :  TNI Polri Gelar Apel Persiapan Pengamanan Sidang PHPU 2019

“Saat ini hanya pipanya yang disalurkan kemana-mana tapi tidak ada airnya dari pengeboran itu, ini kan lucu,” katanya, Jum’at (20/11/2020).

Maka oleh karena itu, Hotib (sapaan akrabnya) meminta agar realisasi proyek tersebut ditindak tegas dan pelaksananya diproses secara hukum.

“Karena saya menduga proyek tersebut hanya dijadikan lahan korupsi oleh pelaksana, buat apa ada pengeboran dan tandon kalau tidak ada manfaatnya ke masyarakat, buang-buang anggaran saja,” pungkasnya.

Baca Juga :  Peduli Warga Terdampak Covid-19, Rudy Foundation Bagikan Ratusan Paket Sembako

Kemudian salah satu warga setempat yang tidak menyebutkan namanya mengatakan, sepertinya beberapa tim survei sudah beberapa kali melakukan investigasi, tapi sepertinya tidak ada tindak lanjut yang jelas.

“Iya mas, saya lihat beberapa orang pakai baju dinas datang ke daerah sini sepertinya mau melakukan survei tapi juga sepertinya kembali ditengah jalan,” ucapnya pada saat dimintai keterangan.

Baca Juga :  Politisi Partai Gerindra Tolak Rencana Perubahan Dapil Usulan KPU Pamekasan

Disoal siapa pemilik proyek tersebut, ia mengatakan milik salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan.

“Kayaknya milik salah seorang anggota DPRD Pamekasan Haji Imam,” jelasnya.

(Mp/nir/uki)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp Madura Post sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.