SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Peristiwa

Proyek Jasmas di Desa Sokobanah Daya Ditolak Warga

Avatar
×

Proyek Jasmas di Desa Sokobanah Daya Ditolak Warga

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, Madurapost.id – Dianggap minim sosialisasi, Warga desa Sokobanah Daya Kecamatan Sokobanah menolak pembangunan proyek yang diduga berasal dari program dana sering anggota dewan (Jasmas).

Menurut SL (inisial) adanya proyek tersebut hanya bikin ribut warga sekitar, karena tidak ada sosialisasi. Apalagi proyek tersebut bukan yang diharapkan masyarakat.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Tiba tiba ada alat berat menguruk tanah ditebing sungai Galur dusun Panjelin, Sedangkan warga tidak butuh proyek yang tidak jelas tersebut,” Kata SL, Senin (21/09/2020).

Baca Juga :  Seriusi Kasus Pencemaran Marwah Organisasi, 7 Pengacara Dampingi PC PMII Sumenep

Lebih lanjut SF (inisial) yang juga merupakan warga setempat mengharap agar proyek tersebut dipindah ke lokasi yang lain. karena masyarakat tidak butuh program tersebut.

“Proyek ini kepala dusunnya juga tidak tahu mas, siapa pelaksananya, berapa anggrannya, dari mana dan untuk apa,” Katanya.

Namun berdasarkan informasi dari sejumlah masyarakat, Proyek tersebut berasal dari program Jasmas Anggota DPRD Sampang yang merupakan anak dari kepala desa Sokobanah Daya.

Baca Juga :  Penyalulan BPN Beras 10 Kg Di Desa Rekkerrek Ditunda, Berikut Penjelasan Kades

“Jadi, katanya warga, Program ini dari anaknya kepala desa yang jadi dewan di Sampang. Kalau memang dari Pak Dewan, kenapa bukan program yang layak dan memang diharapkan masyarakat, seperti perbaikan jalan, Kenapa sungai yang mau dibangun, sedangkan jalannya hancur,” Imbuhnya.

Sampai berita ini dipublis, belum ada konfirmasi dari pemerintah desa Sokobanah Daya terkait penolakan proyek tersebut. (Mp/man/kk)

Baca Juga :  Serumpun Bambu di Tengah Sungai, Mengakibatkan Longsor di Desa Rombuh

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.