SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
DaerahEkonomi & BisnisHeadline

Program BPNT di Kecamatan Pegantenan Diduga Sarat Manipulatif

Avatar
×

Program BPNT di Kecamatan Pegantenan Diduga Sarat Manipulatif

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, MaduraPost – Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Beberapa Desa di Kecamatan Pegantenan sering mendapat keluhan dari Masyarakat.

Hal itu disampaikan Nur Aida selaku keluarga dari penerima Program BPNT di Desa Bulangan Timur Kecamatan Pegantenan, Pamekasan.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

“Diantara beberapa keluarga saya yang mendapat program BPNT sering mengeluh, Karena tidak setiap bulan bisa mencairkan program BPNT ke E-warong,” Kata Ida. Ahad, (9/2/2020)

Baca Juga :  Di Bangkalan, Mr. Vrajarenu Das Berikan Pemahaman Yoga Terhadap Ibu-ibu Adhyaksa Dharmakarini

Menurut Ida, Setiap bulan keluarganya sering tidak menerima utuh program BPNT, Karena ketika ke E-warong hanya mendapatkan Kopi dan gula.

“Kadang mendapat gula 1 Kg dan minyak goreng, Bahkan kadang tidak mendapat apa apa, Karena uangnya tidak masuk,” Imbuh Ida menjelaskan.

Ketika pihak penerima menanyakan hal tersebut kepada agen E-warong, Pihak agen mengatakan bahwa kartu penerima BPNT tidak ada saldonya.

Baca Juga :  Soal Tambak Garam Ilegal! Masyarakat Lakukan Aksi Unjuk Rasa ke Kantor BPN Sumenep, Batang Hidung Para Pejabat Tidak Kelihatan

“Ada paman saya dapat program BPNT, Tapi selama dua bulan tidak bisa ngambil sembako, karena kata agennya tidak ada saldonya,” Terang Ida.

Menanggapi hal tersebut, Marul Saleh dari LSM LPK-P2HI mengatakan bahwa, program BPNT yang terjadi di Kecamatan Pegantenan khususnya desa Bulangan Timur menjadi atensi khusus untuk dilakukan investigasi.

“Ini aduan serius, Karena program BPNT berkaitan dengan perut masyarakat miskin yang di dholimi,” Kata Marul

Baca Juga :  Pemkab Sampang Promosikan Wisata Alam Kepada Investor – Pengusaha

Menurut Marul, Banyak program BPNT yang hanya dimanfaatkan oknum pendamping dan agen dengan cara mengelabuhi masyarakat miskin. Bahkan hal itu dikatakan marul sebagai sarana korupsi berjemaah.

“Mulai dari Bupati, Dinas, Pendamping, Semuanya menyembunyikan Daftar Penerima Program BPNT. Padahal data itu untuk masyarakat, Tapi malah disembunyikan,” Pungkasnya. (mp/uki/rus)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp Madura Post sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.