SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Pendidikan

PPL Mahasiswa, Kasi Kurikulum dan Penilaian SD Disdik Sumenep Harapkan Hal Ini!

Avatar
×

PPL Mahasiswa, Kasi Kurikulum dan Penilaian SD Disdik Sumenep Harapkan Hal Ini!

Sebarkan artikel ini
SEREMONIAL. Foto bersama Kasi Kurikulum dan Penilaian Sekolah Dasar Disdik Sumenep bersama Tim Inovasi Jawa Timur saat melakukan Monev terhadap mahasiswa yang sedang melakukan PPL di Pajagalan 1, Kecamatan Kota.

SUMENEP, MaduraPost – Usai melaksanakan Workshop Literasi dan Numerasi bagi mahasiswa Prodi PGSD STKIP PGRI Sumenep, Tim Inovasi Jawa Timur melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap mahasiswa yang sedang melangsungkan Praktik Pengenalan Lapangan (PPL). Selasa, 14 Maret 2023.

Monev tersebut berlangsung di sejumlah SD yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kasi Kurikulum dan Penilaian Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Buhari menilai, dari beberapa poin PPL mahasiswa calon guru tersebut telah melaksanakan beberapa tahapan kegiatan pembelajaran Literasi dan Numerasi dengan baik.

Hal itu ia sampaikan saat melakukan Monev terhadap mahasiswa PGSD STKIP PGRI Sumenep di SDN Pajagalan 1, Kecamatan Kota, pada Senin (13/3/2023) kemarin.

“Hal itu bisa dibuktikan dengan foto kondisi awal dengan kondisi akhir di kelas awal di sekolah tempat mereka melaksanakan praktik mengajar, yang nantinya dibuat laporan di akhir kegiatan,” kata Buhari mengungkapkan, Selasa (14/3).

Baca Juga :  Surga Makanan di Pantai Lon Malang Sampang Bernama “Lon Malang Kitchen”

Ia mengatakan, penggunaan media pembelajaran hasil karya guru juga dilakukan, seperti halnya penggunaan big book yang dibuat ketika praktik saat mendapatkan pembekalan Literasi dan Numerasi sebelum melakukan PPL.

Termasuk juga, sambungnya, beberapa metode pembelajaran yang dilaksanakan melalui ceramah, diskusi, kerja kelompok serta beberapa metode belajar sambil bermain dan sebagainya.

“Tentunya melalui pengetahuan dari hasil pelatihan, terjun langsung di lapangan maupun melalui workshop zoom dan sebagainya, setelah PPL selesai mereka benar-benar sudah memiliki bekal ketika terjun sebagai guru di manapun mereka mengabdi,” kata dia menerangkan.

Sementara itu, Kepala SDN Pajagalan 1, Suraji mengakui, selama hampir 40 hari sebanyak 9 mahasiswa PGSD STKIP PGRI Sumenep yang PPL di sekolahnya sudah melaksanakan proses pembelajaran dengan baik.

Sebab, di samping sebelumnya mendapatkan bimbingan khusus juga mendapatkan bimbingan dari guru pamong, sehingga mereka bisa melaksanakan pembelajaran di kelas secara mandiri.

Baca Juga :  Menghadapi Tantangan Kemanusiaan, Upaya Bersama Mengatasi Krisis Pembuangan Bayi

Pihaknya menjelaskan, 6 kegiatan terbimbing artinya enam kali masih dibimbing guru tamu kemudian dua kali proses pembelajaran di kelas secara mandiri.

“Artinya para mahasiswa yang akan melaksanakan proses pembelajaran di kelas dilakukan bimbingan oleh guru pamong, termasuk dalam pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), karena juga ada penilaian dari guru pamong yang harus memenuhi beberapa kriteria penilaian selama melaksanakan PPL,” urainya.

Suraji juga menerangkan, secara umum para mahasiswa PPL di sekolahnya telah memenuhi kriteria penilaian baik.

Pihaknya berharap, hingga akhir pelaksanaan PPL, mahasiswa juga bisa melaporkan kegiatan yang sudah dilaksanakan dan menjadikan pengalaman selama proses pembelajaran menjadi guru di sekolah untuk selanjutnya diaplikasikan ketika sudah benar-benar menjadi guru.

Senada dengan hal itu, Kepala SDN Pajagalan 2, Hudi Susilo, bersama Tim Fasilitator Daerah (Fasda) Inovasi Kabupaten Sumenep, Fathor Rahman mengatakan, jika mahasiswa PPL di sekolahnya juga berkolaborasi dengan guru dalam membuat big book, di samping big book yang dibuat mahasiswa saat mengikuti workshop Literasi Numerasi dari Inovasi.

Baca Juga :  Luar Biasa, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi Terima Penghargaan Visionary Leader

“Termasuk juga proses pembuatan pohon literasi untuk meng-update pohon literasi yang sudah ada sebelumnya di kelas,” katanya.

Tak hanya itu, mereka juga membuat laporan secara bertahap sejak awal melaksanakan praktik mengajar, yakni mahasiswa yang kebetulan jadwalnya tidak mengajar membuat laporan.

Bahkan, sebelum melakukan pembelajaran di kelas, mahasiswa harus konsultasi dengan guru-guru kelas.

Menurut, mahasiswa harus pula berkreasi membuat media pembelajaran berupa kotak pintar yang dibuat sendiri dan merupakan pengembangan dari tugas saat pembekalan sebelumnya.

“Jadi mereka sudah melaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari hasil pendampingan, kemudian mengembangkan dengan berkreasi sendiri, juga pemanfaatan literasi membuat big book dan literasi cloud dalam pembelajaran di kelas,” paparnya.***

>> Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita madurapost.net WhatsApp Channel : Klik Disini . Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.