PPK Sokobanah Sampang Diduga Sunat Uang Pengadaan Pemilu

Avatar
Muhammad Tamam Divisi Hukam LSM KPK Nusantara Kabupaten Sampang. (Foto: Saman/Biro Sampang)

SAMPANG, Madurapost.co.id – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah berakhir pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK). MK memutuskan pasangan Jokowi-Amin memenangkan kontestasi Pilpres.
Meski demikian, di bawah masih menyisakan masalah. Salah satunya adalah pemotongan anggaran uang pengadaan tempat yang diduga di sunat oleh oknum tertentu.
Pemotongan ini terjadi di Desa Bira Tengah Sokobanah Sampang. Potoangan tersebut kisaran 50 persen atau separo dari anggaran yang ditetapkan. 
Abdul Halim wakil ketua KPPS Bira tengah membenarkan kejadian tersebut. “Sampai ke kami hanya 800 ribu untuk anggaran pengadaan tempat. Kami pihak KPPS hanya menerima dari PPK malam hari sebelum besoknya pemilihan,” kata dia.
Sementara Ketua PPK Sokobanah Sahid menampik kabar adanya pemotongan untuk anggaran pengadaan tempat pemilu. “Memang anggarannya Rp 1,6 juta tapi dipotong pajak dari KPU 6 -7 persen. Untuk ketua 500 ribu, dan pengadaan alat tulis 300 ribu,” tambahnya.
Sementara itu Muhammad Tamam LSM KPK Nusantara menyayangkan dan mengecam kejadian tersebut. “Kami sebagai mitra masyarakat sangat mengecam tindakan oknum PPK dan PPS yang sudah memotong honor anggaran pengadaan tempat yang mencapai sampai separo,” tuturnya.
Tamam berencana melaporkan dan berharap penegak hukum memprosesnya. “Para aparat hukum mudah-mudahan bisa segera memproses oknum yang sudah memakan uang negara. Karena ini bagian dari tindak pidana korupsi,” tandasnya. (mp/man/rul)

BACA JUGA :  Selamat Atas Dilantiknya Kepala Desa Rangperang Dejeh Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan