Pondok Pesantren Ibnu Cholil Bangkalan Launching SMK Mini

  • Bagikan

BANGKALAN, MaduraPost – yayasan Pondok Pesantren (PP) Ibnu Cholil Bangkalan Madura, launching Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mini dalam pelatihan menjahit dan membordir yang dilaksanakan di Jl. Halim Perdana Kusuma No.9, Area Sawah, Mlajah, Kec. Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Hal itu dijelaskan oleh Kepala cabang Dinas Pendidikan wilayah kabupaten Bangkalan, Sunarto yang diwakili  oleh Kasi SMK,  Firman Syah Ali, dirinya menjelaskan, SMK mini ini adalah semacam balai latihan kerja, di mana siswa diberi keterampilan tambahan khusus selama enam bulan, dikursus, dan digembleng secara khusus untuk menambah wawasan.

BACA JUGA :  Kasus Kambing Etawa Hambat Jalannya BUMDes di Bangkalan

“Dengan tujuan setelah lulus sekolah, mereka bukan lagi bagian dari pengangguran, tetapi bagian dari orang yang bermanfaat bagi kedua orang tua dan negara, karena terserap oleh dunia usaha dan industri,” ungkapnya saat diwawancarai oleh awak media, Sabtu 29/02/2020).

Lelaki yang kerap dipanggil Firman itu juga menambahkan program SMK mini ini berlangsung sejak 2014 yang berfokus pada pesantren, karena pembangunan di Jawa timur harus berbasis pesantren.

“Karena Jawa timur adalah provinsi santri, dan pondok pesantren Ibnu Cholil Bangkalan ini menjadi salah satu pelaksanaan SMK mini,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Politisi PAN, Slamet Ariyadi Mengajak Ummat Islam Membaca Qunut Nazilah Untuk Kemenangan Palestina

Dijelaskan pula, tindak lanjut untuk santri yang sudah mengikuti SMK mini selama enam bulan di pesantren nantinya akan didistribusikan, karena pihak Dinas Cabang pendidikan sudah menjalin kerjasama erat dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Hubungan dengan dunia industri sudah kami tata, karena ibu gubernur sudah mensinergikan SMK mini dengan Indonesia pintar,” tutupnya.

Menanggapi PP Ibnu Cholil Bangkalan terpilih sebagai launching SMK mini dalam pelatihan menjahit dan bordil, Pengasuh Pesantren Ibnu Cholil Bangkalan KH Imam Buchori Cholil mengungkapkan, pengambilan program tata busana dalam SMK mini, dirinya ingin alumni pesantren Ibnu Cholil memahami pentingnya berbusana yang baik.

BACA JUGA :  Kajari Dinilai Lambat Tangani Kasus Korupsi DD Desa Sokobanah Daya, Masyarakat Ancam Demo

“Karena berbusana yang baik itu adalah salah satu identitas kita sebagai umat Islam dan juga orang Madura, serta adat dan budaya ketimuran,” jelasnya.

KH Imam Buchori Cholil juga menjelaskan pekerjaan menjahit adalah pekerjaan yang paling ringan untuk kaum perempuan.

“Kebetulan anak saya adalah desainer, sehingga anak-anak santri bisa belajar dan membawa manfaat di daerah masing-masing. Semoga Bangkalan bisa menjadi kota bordir seperti kota Bangil,” tutupnya. (mp/sur/rul)

  • Bagikan