close menu

Masuk


Tutup x

Polres Bangkalan Tangkap ASN yang Terlibat Kasus Curanmor

Caption : Potret saat pelaku inisial M (39), diamankan oleh polisi di Mapolres Bangkalan (Istimewa For MaduraPost).

Penulis: | Editor:

BANGKALAN, MaduraPost – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial M (39) yang juga merupakan perangkat desa di Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura, terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Diduga, pelaku inisial M juga sebagai penadah kendaraan curian.

Hal ini terjadi, saat salah satu warga melaporkan kehilangan sepeda motor saat diparkir dihalaman rumahnya ke polres Bangkalan.

Selain M, Polisi juga berhasil mengamankan satu pelaku lainnya yakni AS yang merupakan eksekutor curanmor. Dirinya kerap beraksi di sejumlah wilayah di kabupaten Bangkalan.

BACA JUGA :  BREAKING NEWS: Donasi Rp 2 Triliun Palsu, Anak Akidi Tio Ditangkap

AS ditangkap petugas saat turun dari bus di Kecamatan Tanah Merah, karena melakukan perlawanan saat ditangkap, AS terpaksa dilumpuhkan menggunakan timah panas polisi.

AS mengaku jika mengambil sepeda motor milik korban di pekarangan rumahnya di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit, menjelaskan jika barang hasil curian dari eksekutor dilimpahkan kepada M sebagai penadah. Dan hingga saat ini, petugas masih mendalami apakah ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, saat ditemui oleh wartawan pada hari ini, Jum’at (25/11/2022).

BACA JUGA :  Minggu Depan Sidang Pertama Kiai Memesumi Santri di Bangkalan

“Barang bukti yang kita amankan berupa 1 unit motor Supra X saat ini akan kita kembalikan langsung kepada pemiliknya. Untuk TKP saat ini masih 1 lokasi yakni di Desa Katol Timur, Kecamatan Kokop. Akan kita kembangkan dan dalami lebih lanjut untuk kasus ini,” Ujar AKBP Wiwit, Kapolres Bangkalan.

Disamping satu unit motor, petugas juga menyita satu unit handphone dan 1 buah tas slempang warna coklat yang diduga menjadi barang milik pelaku.***

BACA JUGA :  Mustaki, Penadah 77 Motor Curian Diancam Pidana 4 Tahun Penjara