Pertanyakan Laporan Dugaan Korupsi Dana Pemilu 2019, LSM Sekoci Geruduk Kejari Sampang

Avatar

SAMPANG, MaduraPost – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sekoci menggelar audensi bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang (10/1/2019).

Audensi berlangsung secara tertutup yang dilaksanakan di salah satu ruangan gedung Kejari Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan/Kabupaten Sampang.

Diadakannya audensi tersebut terkait penanganan pelaporan yang diajukan oleh LSM Skoci pada 19 Mei 2019 lalu tentang kasus dugaan korupsi terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019 dengan total anggaran sekitar Rp. 3 Miliar. Pasalnya, hingga delapan bulan dari lidik status hukum terhadap kasus tersebut justru tidak jelas.

“Kami ingin memastikan apakah hukum perkara yang ditangani sudah naik ke tahap penyelidikan atau belum,” kata Ketua LSM Sekoci Ach. Bahri selesainya Audensi, Sabtu (11/1/2019).

BACA JUGA :  Kepala Desa Palesanggar Mengaku Tidak Tahu Terkait Realisasi Proyek Pokmas di Dusun Kamoning

Dijelaskan, kasus korupsi tersebut merupakan mencatut nama Sejumlah oknum Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pelaksana Kecamatan (PPK) dari 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang, yang diduga melakukan pemotongan terhadap honor penyelenggara pemilu.

“Sedangkan pemotongan dana itu terdapat pada uang tenda, uang Makan Minum (Mamin), jadi tiap satu TPS kerugian yang kita hitung sebeaar Rp. 2 juta,” ujar Ach. Bahri.

“Sedangkan total anggota KPPS di 3600 TPS yang tersebar di Sampang sebanyak 25.712 orang, coba di kalikan,” sambungnya.

BACA JUGA :  Proyek Diduga Tumpang Tindih di Desa Sentol Laok Pragaan Belum Lama Dibangun, Kini Sudah Hancur

Ia menambahkan, jumlah potongan honor tersebut bervariasi, sehingga honor yang diterima rata-rata tiap TPS mendapatkan antara Rp. 300 ribu dan Rp. 500 ribu.

“Padahal honor yang sebenarnya sebesar Rp. 2.800.000,” ucap Ach. Bahri.

Usai melakukan Audensi Bahri menyampaikan, bahwa pihak Kejari masih melakukan pendalaman. Diketahui dari hasil penyelidikan sementara oleh Kejari Sampang, benang merah kasus tersebut berada di dana yang terbagi dua sistem dari bendahara KPU turun ke rekening PPK dan selanjutnya turun ke rekening setiap KPPS.

BACA JUGA :  Halangi Peliputan, Wartawan dan Petugas PT. Tanjung Odi Bentrok di Sumenep

“Disini angka permainannya di dua lini yakni, di KPU dan di PPK sedangkan KPPS yang menjadi korban,” terangnya.

Lebih lanjut, dari audensi itu pihak kejaksaan juga memintanya untuk proaktif dalam mengawal kasus ini.

“Mereka juga meyakinkan kita kasus ini akan berlanjut jadi kami LSM Sekoci masih percaya pihak kejaksaan untuk mengusut hal ini,” pungkasnya.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Sampang, Edi Sutomo saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak dapat dihubungi.

Sampai berita ini diterbitkan upaya konfirmasi terus dilakukan. (mp/ron/din)