Scroll untuk melanjutkan membaca
Headline

Pemuda Pantura Tewas Dalam Aksi Balap Liar di Pantura Pamekasan

Avatar
×

Pemuda Pantura Tewas Dalam Aksi Balap Liar di Pantura Pamekasan

Sebarkan artikel ini
Korban saat berada di RSUD Pamekasan


Pamekasan, BERITAMA.id – Aksi balap liar yang dilakukan puluhan pemuda pantura menelan korban jiwa,salah seorang pemuda asal Desa Dempo Barat Kecamatan Pasean meregang nyawa setelah sebelumnya terlibat kecelakaan saat mengikuti aksi balap liar di carren Desa Kapong Kecamatan Batu Marmar Kabupaten Pamekasan, Sabtu (23/06/2019) Dini Hari

Setelah terlibat kecelakaan korban atas nama Taufiq (15) warga Desa Dempo Barat mengalami luka serius dan tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke Rumah sakit

advertisement
Scroll untuk melanjutkan membaca
Baca Juga :  Hari Ke 23 Bulan Ramadhon, Yayasan Miftahul Ulum Robatal Berikan Santunan Kepada Anak Yatim Dan Kaum Duafa

Maskur salah seorang teman korban mengatakan,Korban terlibat kecelakkan setelah menabrak pengendara lain yang berlawanan arah saat ajang balap liar

“saat sebelum kejadian korban bersama temannya mengikuti ajang balap liar,pada saat mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi korban  menabrak pengendara lain yang datang dari arah yang berlawanan hingga jatuh tersungkur di tengah jalan

“Setelah kejadian korban langsung dilarikan ke Puskesmas Batu marmar untuk mendapatkan penanganan medis,akan tetapi karena kondisinya parah oleh pihak Puskesmas di rujuk ke RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan

Baca Juga :  Soal Tanah Percaton di Kelurahan Kolpajung, Begini Kata BKD Kabupaten Pamekasan

dr Fajar Salah Seorang dokter di Klinik yang berada di Kecamatan Pasean membenarkan atas kejadian itu dan memang korbannya meninggal dunia pada jam 11.00 wib saat baru sampai di klinik Miliknya

“tadi malam korban mengalami kecelakaan di tamberu lalu dibawa ke Puskesmas Batu Marmar karena parah akhirnya korban dirujuk ke RSUD Pamekasan dan pihak RSUD Slamet Martodirdjo Pamekasan menyarankan untuk dirujuk ke RS soetomo surabaya tapi teman-temannya menolak, karena pada saat korban dirujuk ke RSUD pamekasan teman2nya tidak ngasi kabar ke keluarganya,

Baca Juga :  Angin Kencang Terjang Gedung Pesantren Al-Hamidi , Tiga Santri Dilarikan ke Puskesmas

“Setelah menolak untuk di rujuk ke Surabaya Korban dibawa Pulang, Karena kondisinya kritis korban di Masukan Klinik Fajar Habibi,setelah baru sampai dan belum mendapatkan medis korban meninggal dunia,tutur dr fajar.(red-fatholla)

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.