Pemkab Sumenep Sebut Massa Aksi Asal Klaim, Pelaku Seni : Besok Hiburan Sudah Bisa Manggung

  • Bagikan

SUMENEP, MaduraPost – Ratusan massa aksi pelaku atau pekerja seni di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, turun jalan menyuarakan keadilan karena dampak pandemi covid-19.

Mereka melakukan aksi demonstrasi ke kantor Bupati Pemkab Sumenep membawa tuntutan kesejahteraan bagi para pelaku usaha. Bermacam pelaku seni seperti dangdut, sinden, ludruk, dan pekerja seni lainnya meminta agar bisa bekerja kembali.

Mereka mengaku, selama masa pandemi Covid-19 melanda Indonesia dan masuk ke Sumenep, hingga saat ini sudah sepi job. Sebab itulah para pekerja seni tersebut menyuarakan aspirasi kepada pemerintah setempat agar dibuka kembali hiburan dan pekerjaannya itu.

“Kami 9 bulan tidak menerima job manggung. Sumenep sudah zona kuning, seharusnya aktifitas seni sudah bisa berjalan kembali. Kami kenapa turun jalan, karena menuntut keadilan,” ungkap Encung Hariadi, salah satu Sutradara Ketoprak Rukun Karya (Lawan) asal Kecamatan Saronggi ini, Rabu (11/11).

BACA JUGA :  Fattah Jasin Dianggap Sebar Hoaks dan Dinilai Tidak Pantas Jadi Bupati Sumenep

Selama satu jam lebih berorasi di depan kantor Bupati Sumenep, akhirnya 20 perwakilan massa melakukan audiensi bersama pejabat Pemkab setempat.

Encung menerangkan, jika hasil audiensi tersebut membuahkan hasil. Kamis (12/11/2020) besok, kata dia, semua para pekerja seni sudah bisa beraktifitas seperti sedia kala.

“Hasilnya alhamdulillah sudah ada perkembangan, insyallah mulai besok semua hiburan ini sudah bisa dibuka. Ya 99 persen sudah bisa dipastikan,” ujarnya.

Namun, apabila masih ada larangan, menurutnya Pemkab telah tak mengindahkan aspirasi para pelaku seni. Mereka mengancam akan turun jalan dengan massa yang lebih banyak lagi.

“Kalau keputusan besok negatif, tentu para seniman akan menggelar aksi lagi lebih banyak dari pada hari ini,” tegasnya.

BACA JUGA :  KPM Posko 127 IAIN Madura Gelar Baksos dan Pemberdayaan Pesantren

Sedangkan, pihaknya mengaku masih akan mengikuti segala prosedur yang ada. Encung menjelaskan, apabila pada Kamis (12/11/2020) besok akan menggelar rapat bersama tim Satgas Covid-19 dan Forkompinda Sumenep.

“Kami hanya meminta (Pelaku seni, red) harus membuat keputusan hari ini. Tapi ternyata Pemkab ingin memutuskan besok. Harapan kami sebagai pelaku seni tentunya mudah-mudahan semua bisa beraktifitas kembali,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Plt. Asisten III Pemkab Sumenep, Agus Dwi Saputra, menyatakan jika semua aspirasi menjadi keputusan bersama.

“Ini menyangkut kepentingan orang banyak, segala pertimbangan pasti dilaksanakan. Ya tunggu besok saja,” ujarnya.

Meski begitu, Agus memastikan tetap mengikuti aturan yang ada. Apalagi masa pandemi Covid-19 tetap harus menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang ada

“Kami tetap mengikuti aturan yang ada. Karena aturan dari Polri sudah jelas. Tapi kalau berbicara kearifan lokal, ayolah hati nurani yang di pakai. Tunggu besok keputusan di Tim Satgas. Jadi keputusan harus diambil bersama,” tuturnya.

BACA JUGA :  Proses Hukum "Suteki" Dilimpahkan ke Polda Jatim

Ditanya soal kepastian dibukanya kembali hiburan dari para pelaku seni, Agus membantah apabila mulai Kamis (12/11/2020) semua pagelaran hiburan belum bisa dibuka kembali.

“Mereka mengklaim kan sepihak. Kalau dari kami sudah jelas tunggu besok baru ada keputusan, diijinkan atau tidak. Meski zona kuning pun harus tetap mematuhi Prokes. Pemerintah tidak akan menyengsarakan rakyatnya. Ya kalau di bawah bilangnya tidak ada Corona, tapi buktinya kan masih ada,” pungkasnya.

Untuk diketahui, para massa nampak menggelar joget riya di depan kantor Pemkab Sumenep. Hal itu dilakukan sebagai bentuk tuntutan dan aspirasi selama 9 bulan tidak manggung. (Mp/al/kk)

  • Bagikan