SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Headline

PDI Perjuangan Jadi Kendaraan Politik KH. Ahmad Qusyairi Zaini Nyalon Wabup di Pilkada Sumenep 2024

Avatar
×

PDI Perjuangan Jadi Kendaraan Politik KH. Ahmad Qusyairi Zaini Nyalon Wabup di Pilkada Sumenep 2024

Sebarkan artikel ini
SERAH TERIMA. Potret KH. Ahmad Qusyairi Zaini didampingi keluarga dan para kiai, saat mendaftar sebagai Bacawabup di Pilkada Sumenep 2024 lewat PDI Perjuangan. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – KH. Ahmad Qusyairi Zaini maju mencalonkan diri sebagai Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Sumenep di Pilkada 2024.

Tokoh agama yang kesohor di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur itu resmi mendatangi Desk Pilkada PDI Perjuangan Sumenep, Jumat (26/4/2024) pagi.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pantauan di lokasi, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Ulum Utara, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, diantar sanak keluarga berikut ratusan warga setempat.

Bahkan, para guru ngaji pun juga ikut mendampingi KH. Ahmad Qusyairi Zaini ke Kantor DPC PDI Perjuangan Sumenep itu.

Para rombongan disambut kader PDI Perjuangan berikut Ketua Desk Pilkada PDI Perjuangan, Zainal Abidin, yang sekaligus Bendahara Umum DPC PDI Perjuangan Sumenep itu.

“Sedari awal saya punya prinsip bahwa hidup adalah mengabdi kepada masyarakat, maka apapun yang bisa saya lakukan kepada masyarakat pasti saya lakukan,” kata kiai yang menjabat sebagai Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumenep ini, Jumat (26/4) pagi.

“Misalkan saya tidak mampu tapi itu diinginkan oleh masyarakat, maka saya akan melakukan apa yang terbaik untuk masyarakat,” kata dia lebih lanjut saat diwawancara media.

Baca Juga :  Selamat Atas Dilantiknya Kepala Desa Buddurih Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan

Menurutnya, Jumat adalah hari yang baik untuk meluruskan niat maju sebagai Bacawabup di Pilkada 2024 nanti.

“Hari Jumat ini kalau di Agama Islam kan Sayyidul Ayyam, jadi hari yang baik. Olah karena itu saya memilih hari ini, mudah-mudahan apa yang kami lakukan nantinya akan menjadi sebuah keinginan bersama yang diridhoi oleh Allah SWT dan bisa membawa Kabupaten Sumenep lebih sejahtera ke depannya,” kata kiai Qusyairi menerangkan.

Diketahui, kiai Qusyairi sudah aktif beberapa tahun di Bamusi PDI Perjuangan ketua. Dia mengaku sebagai salah satu kiai yang aktif di Bamusi bersama para kiai yang lain.

“Sedari awal saya memang bagian dari organisasi sayap di PDI Perjuangan. Saya sebagai Ketua Bamusi di Kabupaten Sumenep,” ungkap kiai Qusyairi.

Pihaknya mengatakan, mengapa memilih PDI Perjuangan sebagai kendaraan politiknya, karena untuk membangun stigma baik di kalangan masyarakat.

Baca Juga :  Bantuan Oprasional TPG 2020 Dinilai Bermasalah, Alpart Datangi BNI Pamekasan

“Karena sejauh ini banyak stigma negatif yang ada di PDI Perjuangan, maka dari itu saya akan membuktikan bahwa partai ini baik dan juga ada kiai-nya, ulama-nya. Ini menunjukkan bahwa selama ini PDI Perjuangan yang dianggap anti Islam itu tidak benar,” kata kiai Qusyairi menegaskan.

Alasan lain, kiai Qusyairi didesak para kiai lain untuk mendaftar sebagai Bacawabup. Meski awalnya diakui dirinya untuk menolak, akhirnya ia memutuskan untuk maju.

“Awalnya tidak terpikirkan waktu itu, tapi karena beberapa kiai mendesak kami untuk mendaftar diri lewat PDI Perjuangan, akhirnya Bismillah Tawakkaltu saya mendaftarkan diri,” katanya.

Di sisi lain, tokoh lintas agama juga diklaim mendukung dirinya. Sebab itu, ia saat ini memiliki tekad bulat hanya mendaftarkan di satu partai politik saja, yaitu PDI Perjuangan.

Ia menilai bahwa politik itu dinamis, jadi dapat berubah-ubah. Sebagai warga NU, ia meyakini bahwa pilihannya saat ini sudah benar.

Baca Juga :  Dampak Covid-19 Bagi Pedagang di Pasar Srimangun Sampang

“Beberapa kiai yang meminta saya nyalon di sini semuanya background-nya hijau. Meskipun nantinya kami tidak direkom oleh PDI Perjuangan, saya tidak akan meloncat mendaftar ke partai lain,” kata kia Qusyairi mengakui.

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada PDI Perjuangan Sumenep, Zainal Arifin mengungkapkan, hingga saat ini para pendaftar mayoritas adalah Cawabup.

Ada 4 Cawabup yang resmi mendaftar lewat PDI Perjuangan Sumenep, mereka di antaranya Nurfitriana Busyro, Herman Dali Kusuma, H. Faisal Mukhlis, dan KH. Ahmad Qusyairi Zaini.

“Menurut informasi, hari ini pula masih ada dua Bacalon yang mau daftar ke kantor ini. Kami akan standby sampai sore,” kata Zainal.

Pihaknya memberikan bocoran 2 tambahan Bacalon yang akan mendaftar itu yakni Kepala Desa Tambaagung Barat, Samsul Arifin dan Ketua DPRD Sumenep, Hamid Ali Munir.

Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, masih belum memutuskan akan maju kembali atau tidak di Pilkada 2024 nanti.***

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.