Pamit Mancing, Satu Hari Tidak Pulang Ternyata Ditemukan Tewas Mengambang di Laut

  • Bagikan
PENEMUAN MAYAT : Warga setempat saat membawa mayat korban ke rumah duka. (Kasubbag Humas Polres Sumenep)

SUMENEP, MaduraPost – Sekitar pukul 06.00 WIB, pagi tadi, warga dihebohkan dengan penemuan mayat di perairan Dusun Banasem, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Minggu, 9 Desember 2022.

Mayat berjenis kelamin laki-laki itu diketahui bernama Muna’em (58), seorang petani yang tinggal di Dusun Gerdenah, Desa Jambuir, Kecamatan setempat.

Hasil keterangan polisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah salah satu warga melaporkan tentang penemuan mayat itu, bahwa Muna’em sudah tak balik ke rumah sejak Sabtu (8/1/2022) kemarin.

BACA JUGA :  PAD Sektor Parkir di Bangkalan tidak Penuhi Target, Wakil Bupati Panggil Manager Pelaku Usaha

Sabtu kemarin, Muna’em, berangkat dari rumahnya sekitar pukul 05.00 WIB. Kepada keluarganya, dia berpamitan untuk pergi memancing ke laut.

“Korban ini pamitan kepada istrinya untuk memancing, seperti biasanya di laut,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengungkapkan dalam rilisnya, Minggu (9/1).

Tak seperti biasanya, Muna’em malah tak kunjung pulang. Kemudian, pada Minggu pagi, beberapa nelayan yang pulang dari mancing melihat sesosok mayat yang mengambang di perairan laut.

BACA JUGA :  Tantang Berkelahi, Forum Audiensi Soal Pemilu di Sumenep Ricuh

Sontak kaget melihat mayat, para nelayan ini kemudian mengabarkan kepada beberapa warga setempat yang diteruskan kepada aparat desa untuk segera mengevakuasi jenazah Muna’em untuk dibawa ke darat.

Junaidi (40), seorang nelayan yang pertama kali melihat mayat Muna’em langsung gerak cepat melaporkan kejadian itu ke Kepolisian Sektor (Polsek) Sapudi.

Polsek Sapudi bersama petugas medis dan anggota Koramil mendatangi langsung sigap mendatangi TKP.

BACA JUGA :  Kabiro MaduraPost Kabupaten Sumenep Mengucapkan, Selamat Hari Pers Nasional 2021

Selanjutnya mengevakuasi jenazah Muna’em ke Puskesmas Gayam untuk dilakukan autopsi. Namun, pihak keluarga keberatan dan meminta untuk langsung dibawa ke rumah duka.

“Pihak keluarga menyatakan menerima kematian korban akibat celaka sendiri dan tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi dalam,” kata Widiarti menjelaskan.

  • Bagikan