SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
DaerahHeadlinePeristiwa

Pamekasan Kota Mati, Masyarakat Desa Rekkerrek Minta Pemkab Perbaiki Jalan Kabupaten

Avatar
×

Pamekasan Kota Mati, Masyarakat Desa Rekkerrek Minta Pemkab Perbaiki Jalan Kabupaten

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, Madurapost.id – Masyarakat mengeluh dengan kondisi jalan Kabupaten yang berada di Desa Rekkerrek Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan.

Puluhan tahun pemerintah Kabupaten Pamekasan abaikan keluhan masyarakat yang meminta jalan penghubung antar dua kecamatan tersebut untuk diperbaiki.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Wardi selaku tokoh pemuda desa Rekkerrek mengatakan bahwa masyarakat sudah jenuh dengan sikap pemerintah Kabupaten Pamekasan yang tidak peduli dengan aspirasi Rakyat.

Baca Juga :  Proyek Perbaikan Jalan di Pantura Picu Kecelakaan Pengendara

“Hari ini rencananya, masyarakat bersama tokoh pemuda desa Rekkerrek akan melakukan perbaikan jalan dengan gotong royong, tapi terkendala tidak ada sirtu karena penutupan aktivitas galian di sekitar kecamatan Palengaan,” Kata Wardi, Ahad (28/06/2020).

Selanjutnya Wardi mengatakan bahwa masyarakat akan melakukan pemutusan jalan sebagai protes atas lemahnya Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam membangun Pamekasan.

Baca Juga :  Aktivis Pantura Minta Usut Polisi dan Satgas soal Pengadangan Jenazah Covid-19

“Kalau kondisinya tetap seperti ini, Nanti masyarakat akan melakukan aksi pemutusan jalan kabupaten, Biar Semua tahu bahwa Pemerintah Kabupaten Pamekasan sudah mati,” Jelasnya.

“Jadi adanya Bupati sama seperti tidak ada, Terus mana janji Bupati yang katanya “Tak nutop Parempeken” Dan Pembangunan berdasarkan aspirasi dari bawah,” Tambah Wardi dengan bahasa Madura.

Baca Juga :  Satpol PP Bongkar Tenda PKL di Sekitar Pasar Srimangunan Sampang

Berdasarkan Pantauan Madurapost, sejumlah masyarakat dan tokoh Pemuda berkumpul di Jalan kabupaten dengan meletakan batu nisan ditengan jalan yang rusak.

Masyarakat juga membentangkan spanduk bertuliskan Pamekasan Hebat sebagai kritik terhadap pemerintah Kabupaten Pamekasan yang dianggap Mati. (Mp/liq/kk)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.