SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Headline

Optimalisasi Layanan Hemodialisa, RSUDMA Sumenep Imbau Masyarakat Jaga Pola Hidup Sehat

Avatar
×

Optimalisasi Layanan Hemodialisa, RSUDMA Sumenep Imbau Masyarakat Jaga Pola Hidup Sehat

Sebarkan artikel ini
BANGUNAN. Potret RSUDMA Sumenep tampak depan, yang kini terus mengoptimalkan layanan Hemodialisa atau yang biasa disebut cuci darah. (M.Hendra.E/MaduraPost)

SUMENEP, MaduraPost – Hingga saat ini Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus mengoptimalkan layanan Hemodialisa atau yang biasa disebut cuci darah. Minggu, 12 Maret 2023.

Buktinya, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep ini menambah Fasilitas Kesehatan (Faskes) menjadi 17 unit.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Diketahui, jika sebelumnya, RSUDMA Sumenep hanya memiliki 8 hingga 9 unit set mesin Hemodialisa saja.

Kepala Seksi Informasi RSUD dr Moh Anwar Sumenep, Arman Endika Putra mengatakan, jika telah menambah peralatan cuci darah dan menjadi yang pertama di pulau Madura ini.

Baca Juga :  Isu Warga Bira Timur Positif Terjangkit Virus Corona, Kades Bira Timur Angkat Bicara

“RSUD dr Moh Anwar termasuk ruma sakit yang pertama di Madura melayani cuci darah atau Hemodialisa,” kata Arman, saat dikonfirmasi baru-baru ini, Minggu (12/3).

“Kami mempunyai pengalaman panjang termasuk melakukan regenerasi terhadap peralatan cuci darah,” kata Arman lebih lanjut.

Pihaknya juga mengimbau dan mengingatkan bahwa yang menyebabkan gagal ginjal karena dipengaruhi oleh pola makan yang kurang sehat.

“Karena disadari dengan macam-macam variasi makanan yang semakin beragam terutama yang berkaitan dengan Junk Food,” ujar Arman.

Baca Juga :  Terjadi Carok di Desa Pasangger Kecamatan Pegantenan, Korban Alami Luka Bacok Dibagian Kepala
WAWANCARA. Kepala Seksi Informasi RSUD dr Moh Anwar Sumenep, Arman Endika Putra, saat diwawancara MaduraPost beberapa waktu lalu. (M.Hendra.E/MaduraPost)

Di mana, pola makanan yang cenderung asin atau cenderung manis, akan berpengaruh terhadap kerja organ dalam tubuh.

Pihaknya juga mencontohkan, makanan anak-anak yang cenderung asin atau minuman yang cenderung manis sangat berpengaruh pada kinerja ginjal.

“Termasuk kerja Pankreas (sistem pencernaan) kita, penyakit diabet, gagal ginjal,” terang Arman.

Baca Juga :  Kiai dan Tokoh kembali Suarakan Tolak Penambangan Fosfat di Sumenep

Sebab itu, saringan-saringan air yang mengandung garam, atau mengandung gula berlebih akan mempercepat rasa haus dari pada air yang kandungan garam atau gula yang sedikit.

“Masing-masing kandungan itu ada panduan setiap har, berapa kandungan yang bisa ditolerir oleh tubuh,” ujarnya.

Tak lupa, untuk menghindari penyakit yang berkaitan dengan ginjal, pihaknya memberikan beberapa tips pola hidup yang sehat.

Diantaranya berolahraga, menjaga kadar gula, menjaga tekanan darah, dan menghindari makanan yang kurang sehat.

“Pola hidup sehat itu digalakkan,” imbaunya.***

Baca berita lainnya di Google News atau langsung ke halaman Indeks

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.