SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
DaerahHeadlineHukum & KriminalNasional

Niatun,Terdakwah Kasus Peredaran Narkoba Asal Sokobanah Sampang, Kini Dituntut 20 Tahun Penjara

Avatar
×

Niatun,Terdakwah Kasus Peredaran Narkoba Asal Sokobanah Sampang, Kini Dituntut 20 Tahun Penjara

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, MaduraPost – Kasus peredaran narkoba jaringan internasional yang menjerat terdakwa atas nama Niatun warga asal kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang Madura, kini Perkaranya masih bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (19/02/2020) Beberapa hari lalu

Sidang tuntutan kali ini, Terdakwa Niatun maju seorang diri tanpa di dampingi oleh penasehat hukum, sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Willy Pramana yang di gantikan oleh Siska Christina, membacakan surat tuntutannya.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  APH dan Pemerintah Daerah Hingga Politisi Diduga Terima Suap Aktivitas Galian C di Sumenep

Dalam surat tuntutan yang di bacakan JPU menjelaskan, bahwa terdakwa Niatun telah di nyatakan bersalah melakukan tindak pidana penyalagunaan Narkotika jenis sabu dengan menyatakan barang bukti berupa (1) satu buah kardus dengan nomor 7785 yang di dalamnya terdapat (24) dua puluh empat poket sabu dengan berat total 104,143 gram, serta (23) dua puluh tiga bungkus alumunium serta (1) kantong plastik berisi sabu seberat total 1,752,2 gram, sehingga jumlah seluruhnya sebanyak 1,856,343 gram.

Baca Juga :  Mengharap Ridho Ilahi, Pemdes Rekkerrek Gelar Haul Untuk Leluhur yang Sudah Meninggal Dunia

Akibat dari perbuatannya, kini terdakwa dijerat sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) Undang Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dengan demikian JPU menjatuhkan tuntutan terhadap terdakwa Niatun als Armuna binti Dullah, dengan pidana penjara selana (20) dua puluh tahun, denda sebesar Rp 2,5 miliar, serta subsidair (2) dua tahun penjara, ucap JPU dalam membacakan surat tuntutannya diruang Sari II PN Surabaya.

Baca Juga :  Kadisdik Pamekasan Tegaskan Belum Bisa melakukan pembelajaran Tatap Muka

Mendengar jika dirinya di tuntut berat, terdakwa tidak bisa berbuat apa apa, yang bisa ia lakukan hanyalah pasrah dan sambil menangis sesenggukan terdakwa memohon keringanan kepada Majelis Hakim, saya mohon keringanan pak Hakim, pintah terdakwa.

Permohonan keringanan terdakwa akan di pertimbangkan, sambil mengetukan palunya seraya berkata sidang di nyatakan ditutup dan akan di lanjutkan pada pekan depan, ucap Majelis Hakim.(Sumber: Tabloid LPK NusantaraNews)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp Madura Post sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.