Miris, Tiga Mahasiswa IAIN Madura Diduga Terlibat Kasus Percobaan Pemerkosaan dan Tindak Kekerasan

  • Bagikan
Mahasiswi (kiri) yang menjadi korban penganiayaan, pencabulan dan percobaan pemerkosaan oleh 3 Mahasiswa IAIN Madura (Mohammad Munir)

PAMEKASAN, MaduraPost – Pada bulan September lalu, 3 Mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri Madura (IAIN Madura) dilaporkan oleh salah seorang Mahasiswi inisial MNJ (korban) ke Polres Pamekasan atas dugaan tindak pidana pencabulan, penganiayaan dan percobaan pemerkosaan.

Kasus yang dilaporkan Mahasiswi asal Dusun Galisan, Desa Rombuh, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan itu diketahui berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi tertanggal 15 September 2021 dengan nomor surat : LP/B/405/IX/2021/SPKT/POLRES PAMEKASAN/POLDA JAWA TIMUR.

BACA JUGA :  Polsek Kota Sumenep Membekuk Dua Laki-laki karena kedapatan membawa Narkotika Jenis Sabu

Kini, kasus yang sudah dikeluarkannya (Polres Pamekasan, red) surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) ke -3 dengan nomor surat : B/928/X/RES.1.24/2021/Satreskrim itu jadi polemik ditengah-tengah masyarakat.

Lantaran tersangka berinisial BST (Mahasiswa IAIN Madura, red) yang sebelumnya sudah diamankan informasinya sudah dibebaskan oleh pihak kepolisian setempat.

Menurut Korban, informasi bebasnya tersangka itu dari teman-temannya yang baru-baru ini mengetahui atau melihat tersangka berkeliaran di luar.

BACA JUGA :  Tak Jelas Tangani Kasus, Warga Ancam Datangi Polsek Prenduan 

“Kalau tidak salah dan menurut aduan dari teman-teman saya, tersangka itu saat ini ada di Bangkalan ikut PPL dari kampus,” kata MNJ kepada Wartawan Media ini, Jum’at (5/11/2021).

Kemudian ia menceritakan kalau dirinya dan orang tuanya tadi pagi sekira pukul 10.00 WIB mendatangi pihak Polres Pamekasan untuk mempertanyakan sejauh mana perkembangan kasus yang dilaporkannya itu.

“Tadi pagi mas saya ke Polres, tapi tidak ada Pak Polisi yang tangani kasus saya ini, katanya beliau libur. besok (Sabtu, 6/11) saya akan kembali lagi ke Polres untuk mempertanyakan itu,” jelasnya.

BACA JUGA :  RSUDMA Sumenep Resmi Miliki Ruang Hemodialisa dan Laboratorium Biomolekuler

Berdasarkan beberapa informasi yang dihimpun oleh Wartawan MaduraPost, tersangka (BST) itu bebas karena diduga adanya keterlibatan salah seorang oknum anggota DPRD Pamekasan berinisial S.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari pihak Kepolisian Polres Pamekasan.

 

  • Bagikan