Mengaku Orang Madura, Orang Ini Hina HRS dan Ngajak Carok

  • Bagikan

NASIONAL, MaduraPost – Bermaksud ingin memberikan pencerahan kepada masyarakat Madura yang mayoritas pencinta Ulama dan Habaib, Salah seorang yang mengaku berasal dari Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang yang saat ini berada di Pulau Bali, dengan gamblang menghina Habib Rizieq Shihab (HRS) dan mengajak carok orang Madura.

Dalam video yang beredar luas di Media Sosial, laki-laki tersebut mengatakan agar tidak percaya terhadap Habib Rizieq Syihab karena kata katanya yang kotor dan keturunan dari abu Jahal.

BACA JUGA :  Pusamin Membunuh Muhabiyeh Diduga Karena Punya Ilmu Santet

“Saya asli Madura, Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang Kepada saudara saudaraku di Madura, Jangan percaya dengan mulutnya Bab* Riz** Bin Semut,” Kata laki laki tersebut yang diketahui bernama Sa’man sambil menunjuk baliho habib Rizieq.

Selain itu, Sa’man juga menyebut HRS sebagai keturunan Abu Jahal dan mengatakan bahwa Habib Rizieq tidak layak disebut sebagai Habib melainkan keturunan Ibl**.

“Bagi masyarakat Madura yang tidak terima, Ayo carok dengan saya, Dua lawan satu tidak apa, saya ada di Bali, Saya dari Banyuayes, Sampang” Kata Sa’man dengan bahasa Madura dengan nada menentang carok.

BACA JUGA :  Minta Kepastian Hukum, Warga Bira Barat Akan Gelar Audiensi ke Kejati Jatim

Pernyataan Sa’man dalam video yang berdurasi 2 menit 34 detik tersebut ramai disejumlah media sosial dan mendapat respon hangat dari masyarakat Madura. Termasuk dari pihak keluarga Sa’man yang ada di Madura.

Salahsatunya dari KH. Abd Malik selaku pengasuh Pondok Pesantren Sumber Telor Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.

Dengan didampingi pihak keluarga Sa’man, bersama Kepala Desa Tebbenah Kecamatan Banyuates, KH. Abd Malik meminta Sa’man untuk segera bertaubat dan segera kembali ke Madura.

BACA JUGA :  Dampak dari Zonasi PPDB 49 SMP di Bangkalan tidak Memenuhi Pagu

“Tidak ada cara lain yang bisa dilakukan Sa’man kecuali bertaubat Kepada Allah, dan segera kembali ke Madura dan meminta maaf kepada para ulama dan Habaib, Tapi jika Sa’man tidak mau, maka akan ditempuh melalui proses hukum,” kutipan Pernyataan Kyai Abd Malik dari Pondok Pesantren Sumber Telor. (Mp/ron/kk)

  • Bagikan