SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Hukum & Kriminal

Mendekati Korupsi, Warga Kacok Protes Pengerjaan Proyek Tembok Penahan Tebing

Avatar
×

Mendekati Korupsi, Warga Kacok Protes Pengerjaan Proyek Tembok Penahan Tebing

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, Madurapost.id – Proyek Tembok Penahan Tebing (TPT) yang berlokasi di Dusun Sajenah, Desa Kacok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, terindikasi tidak sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Dari pantauan MaduraPost dilokasi banyak sesuatu yang janggal, seperti tidak adanya papan informasi sebagai transparansi publik, susunan batunya tatanan batu kosong, menggunakan abu batu sebagai campuran spesi (semen dan pasir) dan tidak ada galian pondasi.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Pengakuan warga, dirinya kecewa dan keberatan terhadap proyek saluran air yang diduga yang abal-abal itu.

“Saya dan tentunya warga disekitar sini sangat kecewa dan sangat keberatan terhadap proyek yang sepertinya akan dikerjakan asal jadi ini mas, ini proyek abal-abal namanya kalau seperti ini, dan masalahnya juga pemanfaatannya kurang,” kata warga yang minta identitasnya disamarkan.

Baca Juga :  Truk Terjun Bebas Kedalam Galian Batu, Kapolsek Tamberu : Sopir Meninggal di TKP

Dirinya dan warga sudah tidak bodoh masalah proyek, apa lagi proyek yang ia duga hanya dijadikan lahan memperkaya dirinya sendiri oleh pelaksana.

“Saya dan warga disini tidak bodoh-bodoh amat kok masalah seperti apa pembangunan yang jelek dan bagus, apa lagi proyek yang biasanya ada papan informasinya ini tidak ada, kan sudah jelas kalau proyek ini hanya mau dijadikan ladang untuk korupsi,” ungkapnya.

Dengan kesal ia minta, agar proyek yang sedang dikerjakan itu dibongkar ulang.

“Atas nama warga disini saya minta agar proyek ini dibongkar ulang,” kesalnya.

Abd. Basit selaku anggota Lembaga Swadaya Masyarakat Wadah Pengayom Rakyat (LSM WPR) di lokasi proyek mengatakan, proyek TPT ini jelas tidak sesuai spek dan RAB.

Baca Juga :  Tragis Kecelakaan Tunggal Diduga Pengendara Ngantuk

“Pasalnya dilokasi proyek tersebut tidak ada papan informasi yang mana hal itu jelas-jelas sudah melanggar undang-undang nomor 14 tahun 2008, apa lagi tananan batunya tananan batu kosong serta tidak ada galian pondasi, yang hal itu jelas sudah tidak spek dan RAB,” jelasnya, Minggu (27/09/2020).

Selain itu Abd. Basit minta kepada pihak-pihak terkait untuk menindak lanjuti proyek itu, dan ia minta agar proyek TPT itu dihentikan pelaksanaannya.

“Kami minta kepada pihak-pihak terkait serta kepada pihak instansi yang berkompeten agar proyek ini dihentikan pekerjaannya, dan saya juga mewakili warga disini agar proyek TPT ini dihentikan pelaksanaannya serta membongkar ulang hasil pekerjaan yang sudah kadung dikerjakan, karena hanya buang-buang uang negara saja,” pintanya.

Baca Juga :  Seorang Youtuber di Sampang Harus Berurusan dengan Polisi Akibat Bermain Biawak

Melalui hubungan telpon, Imam mengatakan kalau dirinya hanya mengawasi, karena pekerjaan itu milik Tahol.

“Saya hanya mengawasi mas, pekerjaan itu milik Tahol warga Desa Dasok,” ujarnya.

Melalui via WhatsApp, Tahol mengatakan kalau proyek tersebut bukan miliknya, dan tidak terima namanya dicatut sebagai pemilik proyek tersebut.

“Gak tahu mas, proyek itu bukan milik saya, dan saya tidak kenal yang namanya Imam, dan saya terima nama saya dicatut sebagai pemilik proyek itu, sekali lagi saya tegaskan, saya tidak tahu menahu proyek itu,” kesalnya.

(Mp/nir/red)

Baca berita lainya di Google News atau gabung grup WhatsApp sekarang juga!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertnative. Redaksi Madura Post tidak terlibat dalam materi konten ini.